Minggu 19 September 2021

Berita

Itjen Kemenag Gelar Sosialisasi Gratifikasi dan Bimbingan Teknis E-Learning Pengendalian Gratifikasi

27-07-2021


* Itjen Kemenag Gelar Sosialisasi Gratifikasi dan Bimbingan Teknis E-Learning Pengendalian Gratifikasi

Tanjungpinang (Humas)-Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Gratifikasi dan Bimbingan Teknis E-Learning Pengendalian Gratifikasi, Selasa, 27 Juli 2021. Kegiatan dilakukan secara daring dan diikuti oleh seluruh Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) di lingkungan Kemenag.

Inspektur Jenderal Kemenag RI, Deni Suardini, Ph.D dalam sambutannya mengatakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih dilakukan dengan partisipatif, transparan dan akuntabel.

PMA No. 18 Tahun 2020 menjadi bukti keseriusan Kemenag dalam mengokohkan tata kelola pemerintahan di lingkungan Kementerian Agama. Pencegahan korupsi, kata Deni menjadi perencanaan program nasional.

Kemenag melakukan dua kebijakan pengawasan dalam mencegah terjadinya gratifikasi. Pertama, kebijakan pengawasan inti, meliputi pengawasan intern yang tujuannya untuk kesejahteraan rakyat. Jadi harus beroreintasi hasil untuk kesejahteraan rakyat.

Kedua, pengawasan fokus, yang meliputi pengawasan intern untuk pencegahan korupsi. "Kami menyadari korupsi merampas hak rakyat. Itjen Kemenag berfokus pada strategi edukatif dengan fokus pada penumbuhan kesadaran bagi ASN Kemenag untuk sadar selalu anti korupsi dan anti gratifikasi," kata Deni Suardini.  

"Pencegahan gratifikasi bukan pada aspek formal saja, tetapi menjadi kesadasaran bersama intern pribadi yang meliputi aspek budaya, aspek tata kelola untuk dan pengendalian sistem. Gratifikasi dapat dianggap sebagai suap jika bertentangan dengan ketentuan yang berlaku", ujar Deni.  

"Jika ragu-ragu, maka laporkan kepada KPK atau Unit Pengendali Gratifikasi dalam waktu 30 hari. Jika tidak maka dianggap suap, maka jika terbukti suap yang merupakan tindak pidana maka ada konsekuensi pidananya," pesannya.

Dalam forum yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenag RI, Prof. Dr. H. Nizar Ali dalam arahanya mengatakan ASN Kemenag berkomitmen untuk mensukseskan langkah pencegahan gratifikasi yang menjadi pintu masuk terjadinya korupsi. Pencegahannya perlu pengetahuan. Jika sudah diedukasi tetapi tetap nekad melakukannya, maka secara sadar melakukan pelanggaran.

Sementara itu, Direktur Program Pengendalian Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Sugiarto mengatakan  Kemenag dan KPK sudah melakukan kerjasama sejak lama dan akan meningkatkan peran penyuluh agama dalam mendiseminasikan pengetahuan tentang korupsi termasuk gratifikasi.

Ada 30 jenis korupsi dalam UU 31/1999 Jo UU 20/2001 yang dikelompokkan menjadi kerugian negara, suap, gratifikasi, penggelapan dalam jabatan, pemerasaan, perbuatan curang, dan konflik kepentingan dalam pengadaan.

Secara teori korupsi terjadi karena tekanan dari lingkungan, kesempatan dalam sistem yang lemah dan pembenaran atas perbuatan yang dilakukan serta karena kapasitas atas kemampuan dalam jabatan, wewenang, otoritas, kedudukan yang dimiliki.

"Semua agama, semua peradaban anti korupsi," ucapnya.

Strategi pemberantasan korupsi di KPK meliputi penindakan, pencegahan, dan pendidikan. Hasil evaluasi program pengendalian gratifikasi di lingkungan Kementerian Agama tahun 2020 mencapai angka 66,72.

"Perlu ditingkatkan lagi, tetapi kami tunggu sampai triwulan I dan triwulan II, Kemenag belum melakukan submit atau upload monitoring evaluasi rencana kerja UPG pada Kementerian. KPK memberikan award kepada UPG terbaik, UPG inovasi terbaik dan UPG outstanding performer dengan tujuan untuk meningkatkan gairah instansi dalam meningkatkan performa. Pada tahun 2020 OJK menjadi yang terbaik," imbuhnya.

"Kunci diri pencegahan korupsi antara lain dengan jangan mau menjadi korban, dan jangan mau jadi pelaku. Sembilan nilai anti korupsi yang disepakati oleh seluruh instansi di Indonesia, antara lain jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani dan adil," imbuhnya lagi.

Hingga berita ini diturunkan kegiatan masih berlangsung.

210

Berita Terkait