Kamis 22 Agustus 2019
Al-Khomis 20 Dzulhijjah 1440

Berita

Itjen Expose LK di Kanwil Kemenag Kepri

18-07-2019


* Itjen Expose LK di Kanwil Kemenag Kepri

Senggarang (Inmas)-Tim Auditor Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI sudah selesai melakukan review atas laporan keuangan (LK) di Kanwil Kemenag Kepri. Expose dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenag Kepri, Kamis (18/7/2019) pagi ini. Tim Itjen yang hadir antara lain Nur Endah Triwidiyanti sebagai pengendali teknis, Ahmad Tobib, M. Noor Khozin, Masyhud, Panji Wijayanto,  dan Eka Widyaningtiyas.

Pengendali Tim Itjen, Nur Endah Triwidiyanti dalam arahannya mengatakan audit yang dilakukannya terkait dengan review LK semester I tahun 2019 di lingkungan Kanwil Kemenag Kepri. Tujuannya adalah agar satker siap menghadapi audit oleh BPK RI. “Review Itjen menjadi ajang perbaikan laporan keuangan. Perhatikan, simak dan tindaklanjuti perbaikan-perbaikan yang kami sarankan untuk memberikan laporan keuangan yang akuntabel,” kata Nur Endah.

“BPK memiliki tanggung jawab untuk mengaudit LK Kementerian dan Lembaga termasuk Kemenag. Sebelum mereka melakukan itu, kami akan melakukan pendampingan sesuai wilayah kerja masing-masing. Sebenarnya sistem LK sudah terkoneksi dengan seluruh satker. Operator di tingkat satker juga sudah baik. Dan kita juga sudah menetapkan duta akrual, duta BMN dan lain sebagainya,” ujar Nur Endah.

“Perkiraan auditor BPK RI akan turun pada Oktober mendatang. Jadi kami pesankan agar sampling dokumen yang sudah kami periksa agar segera diperbaiki, jangan tunda lagi. Karena bersifat sampling maka sesuaikan dengan dokumen yang lain yang tidak kami periksa,” ucap Nur Endah.

Nur Endah lebih lanjut mengatakan di Kepri juga sedang dibangun beberapa asset. Menurutnya jika asset telah selesai dibangun, segera dibuat berita acara penyelesaian pekerjaan dan asset tersebut sudah dimanfaatkan oleh pemiliknya maka catat sebagai asset tetap definitifnya.

Apabila asset tetap telah selesai dibangun, BAPP diperoleh, namun asset tersebut belum dimanfaatkan oleh satker, maka asset tersebut tetap dicatat sebagai asset tetap definitif. Namun apabila asset selesai dibangun, namun BAPP belum ada, walaupun asset sudah dipakai oleh satker, maka asset tersebut masih dicatat sebagai KDP dan diungkapkan dalam CaLK.

“Kami minta untuk tahun ini walaupun akan dibangun oleh Kementerian PUPR, kita sebagai pemilik wajib memeriksa asset kita dengan seksama. Jangan didiamkan,” tambahnya.  

Sementara itu Kakanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA kembali mengatakan audit atas laporan keuangan dimaksudkan untuk menjamin tersedianya laporan keuangan negara yang akuntabel. Dan sebagai bentuk apresiasi bagi K/L yang dapat menyajikan LK dengan akuntabel diberikan tunjangan kinerja dengan presentasi yang terus naik. “Tahun ini tunjangan kinerja kita sudah 70%, karena laporan keuangan kita baik, WTP kita raih. Untuk itu mari bergotong royong agar tukin bisa naik 80-100%," harap Kakanwil.

“Setelah ini kita langsung go, action, tidak ada penundaan lagi tuntaskan rekomendasi yang diberikan oleh tim,” tegas Kakanwil semangat.

“Review Itjen menjadi ajang yang baik bagi kita untuk memperbaiki diri. Kita bersama-sama berupaya agar Kemenag tetap jaya dan orang tidak menganggap sebelah mata eksistensi kita,” pungkas Kakanwil. (hatiman)

103

Berita Terkait