Rabu 06 Juli 2022

Berita

Isi Pengajian Perdana BKMT Pasca Pandemi, PAI Kec. Bintan Utara Kupas Keutamaan Taat Pada Suami

23-06-2022


* Isi Pengajian Perdana BKMT Pasca Pandemi, PAI Kec. Bintan Utara Kupas Keutamaan Taat Pada Suami

(Kemenag Bintan) – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Bintan Utara, Muhammad Salim, mengisi pengajian perdana BKMT (Ketua Badan Kontak Majelis Taklim) Cabang Kecamatan Bintan Utara pasca meredanya pandemi Covid-19. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (21/6/2022) bertempat di Musala Nur Rohim Kampung Cendrawasih Kelurahan Tanjung Uban Kota.

Ketua BKMT Kec. Bintan Utara, Sri Hidayati, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pengajian ini merupakan agenda rutin bulanan yang merupakan salah satu bagian dari tugas bidang dakwah. Selanjutnya, Ermawati selaku Ketua Bidang Dakwah mengungkapkan bahwa pengajian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah hasanah ilmu pengetahuan agama islam bagi anggota majelis taklim.

Selain kegiatan ini, Ermawati menambahkan ada beberapa kegiatan yang telah diagendakan pada tahun ini, yaitu tabungan kurban, membangun wadah ekonomi yang berbasis Islam, kunjungan muhibah ke tempat-tempat wisata religi atau lembaga taklim yang maju, serta mendukung penuh kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah diagendakan di Kecamatan Bintan Utara.  

Pada pengajian perdana ini, Muhammad Salim mengisi tausiah bertemakan Keutamaan taat kepada suami untuk mencapai keridaan Allah agar menjadi istri saleha. Tema ini diangkat untuk mengingatkan kembali kepada ibu-ibu yang sibuk beraktivitas di luar rumah agar mereka tidak lupa dengan tugas utama mereka yaitu taat pada suaminya.

Jika suami sibuk di luar, istri juga ingin sibuk di luar sehingga tugas utama mereka terabaikan, hal ini dapat berujung kepada pertengkaran dan perceraian. Mengutip dari Surah An-Nisa ayat 24 dan 34 -35, amal ibadah seorang istri bisa diridai oleh Allah apabila ia taat kepada Allah dengan cara patuh kepada suaminya serta menjaga martabat suami, marwah dirinya, dan menjaga harta suaminya baik ketika suaminya berada di rumah atau di luar rumah,” urai Muhammad Salim.

Jika suami rida maka Allah pun rida, dan balasan bagi istrinya atas keridaan suami adalah pahala dan surga. Namun jika suaminya tidak rida, maka hapuslah semua amal kebajikan yang dilakukan oleh istrinya. Tetapi apabila suami meminta suatu perbuatan yang dimurkai oleh Allah kepada istri maka boleh seorang istri menolak dan tidak mentaatinya, seperti melayani suami pada saat haidh atau nifas atau durhaka kepada ibu bapaknya,” jelasnya.

Kendati kegiatan ini didominasi oleh ibu-ibu Majelis Taklim, namun Ustaz Salim juga mengungkapkan bahwa seorang suami juga mempunyai tanggung jawab terhadap istrinya, karena sang suami lah yang kelak akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat nanti. Adapun tanggung jawab tersebut adalah memberikan nafkah lahir yakni;1) memberikan makanan yang halal dan baik kepada istri sesuai kemampuan suami, 2) memberikan pakaian dari bahan yang halal dan sesuai dengan hukum syariat agama Islam (menutup aurat), 3) memberikan tempat tinggal yang nyaman sesuai kemampuan suami agar isteri bebas bergerak dan beraktivitas untuk melindungi dan mendidik anak-anaknya.

Ditambahkannya, selain itu suami juga mempunyai kewajiban memberikan nafkah batin kepada istrinya seperti, perhatian, kasih sayang, menghormati pendapat istri, mendengarkan keluh kesah istri dengan baik, memberikan penghargaan dan pujian kepada istri dalam menjaga amanah suaminya dengan baik, menggauli istri dengan baik, dan meningkatkan pendidikan istri baik formal maupun non-formal.

Ustaz Salim yang juga seorang figur hafiz yang rendah hati dan Imam Mesjid Besar Baitul Makmur tersebut juga mengajak jemaah agar istikomah mengaji di masjid, surau, dan majelis-majelis ilmu, agar ibu-ibu menjadi istri-istri yang saleha di dunia dan mendapatkan akhir husnul khotimah dan kekal di surga.

“Dengan taat kepada suami bisa membawa ibu-ibu masuk surga, dan jika durhaka dengan suami bisa mengantarkan ibu-ibu ke neraka. Untuk itu saya berpesan lakukan amal–amal saleh yang baik, seperti menjaga dengan baik dan disiplin salat lima waktu tepat pada waktunya walaupun sibuk; birrul walidain, merawat, menjaga dan menyayangi orang tua; perbanyak sedekah rutin walaupun sedikit; istikomah membaca Al-Qur’an; terus gemar menuntut ilmu (berjihad); dan banyak melakukan amalan-amalan yang baik yang diterima dan diridai Allah. (erma/AP)

 

27

Berita Terkait