Jumat 19 Juli 2019
Al-Jumuah 16 Dzulka'dah 1440

Berita

Irma Suryani: PPDB Lebih Awal, Pendaftar Lebihi Daya Tampung

22-04-2019


* Irma Suryani: PPDB Lebih Awal, Pendaftar Lebihi Daya Tampung

Batam (Inmas)_Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Batam, Irma Suryani mengatakan pihaknya telah melaksanakan proses Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2019 sesuai dengan Perdirjen Pendis Nomor 631 Tahun 2019 dimana pelaksanaan PPDB dilaksanakan dimulai bulan Mei-Juni 2019. Namun menurutnya bagi madrasah negeri, PPDB bisa dilaksanakan lebih awal setelah mendapatkan dispensasi dari Kanwil Kemenag Propinsi. Hal tersebut dikatakannya saat monitoring UNBK/UNKP MTs dan USBN di MIN 1 Batam, Senin (22/4/2019).  

“Setelah kami berkoordinasi dengan Kemenag Kota Batam, maka kami melaksanakan PPDB lebih awal dari jadwal setelah mendapatkan dispensasi dari Kanwil Kemenag Kepri. Untuk MIN 1 Batam sendiri, PPDB dimulai sejak 1 Maret 2019 yang lalu yang dilaksanakan secara online,” kata Irma Suryani.

Irma menjelaskan mulai tanggal 1 – 10 Maret 2019 PPDB di MIN 1 Batam dilaksanakan secara online. “Disini orang tua siswa mendaftarkan anaknya via android atau jaringan internet lainnya. Selanjutnya pada tanggal 11 – 13 Maret 2019 kami melakukan verifikasi berkas pendafataran calon siswa sesuai dengan juknis yang terdapat dalam Perdirjen 631 tahun 2019,” kata Irma lagi menjelaskan.

Irma menyebutkan verifikasi berkas pendaftar dibutuhkan untuk mencocokkan antara data dan fakta yang ada, misalnya KK, akte, KTP orang tua dan dokumen lainnya. “Setelah kita verifikasi dan validasi selama 3 hari ternyata ada 301 pendaftar dari usia tertinggi 9,7 tahun sampai usia terendah 6 tahun. Yang kita terima sesuai kriteria dalam juknis adalah pertama, anak usia 7 tahun wajib diterima, jadi yang kita terima adalah anak dengan usia 9 tahun 7 bulan sampai usia 7 tahun 1 bulan 10 hari. Akibatnya ada 38 anak tidak bisa kami terima karena daya tampung yang terbatas dimana 1 rombel berjumlah 28 anak. Kami hanya bisa menampung tiga rombel saja” kata Irma lagi.

Irma menjawab kekecewaan masyarakat yang pada awalnya tidak diterima karena daya tampung yang terbatas dengan melakukan koordinasi dengan Kemenag Batam dan Komite Madrasah. Hasilnya Komite menjembatani masalah daya tampung tersebut dengan membangun Kelas Wakaf RKB Komite. “Wali murid secara ikhlas membuat surat pernyataan bermateri, mereka mewakafkan hartanya untuk membangun Kelas Wakaf RKB Komite dengan tujuan agar anaknya dapat menempuh pendidikan di MIN 1 Batam,” ucap Irma.

Ketika menjelaskan tentang alasannya melakukan PPDB lebih awal dari jadwal, Irma menjelaskan sesuai juknis Perdirjen Pendis 631 Tahun 2019, MIN 1 Batam melakukannya karena MIN 1 Batam adalah madrasah negeri, berakreditasi A dan pendaftar di MIN 1 Batam adalah 1:3.

“Kami laporkan dari wakaf orang tua siswa, kami dapat membangun 2 buah Kelas Wakaf RKB Komite. Mereka percaya bahwa MIN 1 Batam akan menjadikan siswa didiknya menjadi generasi yang islami. Kami juga telah mendokumentasikan testimoni orang tua siswa yang telah mewakafkan hartanya,” pungkasnya. (hatiman)

119

Berita Terkait