Selasa 07 Juli 2020

Berita

Hikmah di Balik Pandemi Covid-19, Khutbah Salat Idulftri 1441 H di Masjid Baitussyakur Teluk Bintan

28-05-2020


* Hikmah di Balik Pandemi Covid-19, Khutbah Salat Idulftri 1441 H di Masjid Baitussyakur Teluk Bintan

(Kemenag Bintan) – Ahad (24/05/2020), Kepala KUA Kecamatan Teluk Bintan: Mulyadi, S.Ag. menjadi Khatib pada salat Idulftri 1441 H di Masjid Besar Baitussyakur Kecamatan Teluk Bintan. Khutbah yang diberikan setelah selesai salat Id tersebut berjudul Hikmah di Balik Musibah Pandemi Covid-19.

Dalam khutbahnya, Mulyadi mengatakan bahwa Ramadan tahun ini menjadi sangat istimewa bila dibandingkan Ramadan sebelumnya karena wabah penyakit yang melanda dunia termasuk Indonesia. Wabah ini membuat aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari harus menyesuaikan dengan Protokol Kesiapsiagaan Covid-19, termasuk dalam pelaksanaan salat tarawih, salat jumat, peringatan Nuzul Quran, tadarus berjamaah, dan pelaksanaan salat Idulfitri yang sedang dilaksanakan pada saat ini.

“Semua pola kebiasaan baru ini telah melalui kajian berbagai disiplin ilmu yang tujuannya adalah untuk kemaslahatan bersama yaitu untuk mencegah penyebaran virus corona. Dalam hal ini tentu banyak dari kita yang masih belum terbiasa, bahkan tidak sedikit yang merasa terganggu. Dimana pada awalnya kita bisa menikmati bulan suci dengan salat tarawih di Masjid sekarang harus di rumah.” Ucap Mulyadi.

“Rasulullah SAW memberikan gambaran kepada kita bahwasanya segala ujian, cobaan, musibah adalah cara Allah untuk mengurangi dosa hamba Nya. Seperti sabda Rasulullah dalam HR. Al Bukhari No. 5318 yang berisi, tidaklah seorang muslim ditimpa musibah dalam bentuk kelelahan, sakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, dan kecemasan, melainkan Allah menghapuskan darinya segala kesalahan dan dosa, hingga duri yang menusuknya juga menjadi penghapus dosa.” Kata Mulyadi.

Kemudian Mulyadi memaparkan hikmah-hikmah yang dapat diambil dari kejadian pandemi Covid -19, pertama, Kebijakan stay at home (tinggal di rumah) telah menjadikan hubungan antar anggota keluarga menjadi lebih dekat. Waktu berkumpul dan saling berbagi memunculkan rasa bahagia dan keharmonisan dalam keluarga. Kedua, kebijakan stay at home melatih untuk beribadah bersama, terutama suami sebagai kepala keluarga membiasakan diri menjadi imam jamaah untuk keluarganya. Ketiga, kebijakan stay at home menjadi ajang untuk saling berbagi ilmu, waktu untuk keluarga lebih banyak sehingga yang sebelumnya kebiasaan berdiskusi   terkait ilmu pengetahuan antar anggota keluarga sangat terbatas, saat ini dapat dimaksimalkan. Keempat, kesempatan berada di rumah dapat dimanfaatkan untuk menjaga diri dan keluarga dari kemaksiatan. Kelima, masyarakat menjadi paham akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Keenam, masyarakat khususnya karyawan dan pegawai yang bekerja di instansi atau perusahaan menjadi semakin mengerti pemanfaatan teknologi komunikasi. Ketujuh, terciptanya quality time dalam keluarga, dan kedelapan, menumbuhkan rasa peduli terhadap sesama.

“Secara ekonomi, banyak masyarakat yang harus kehilangan mata pencaharian, hal ini membuat mereka menjadi kesulitan dalam memenuhi hajat hidupnya sehari-hari. Maka situasi ini tentunya mengetuk pintu hati kita untuk membantu mereka yang lebih terimbas oleh pandemi ini.” Ujarnya.

Di akhir khutbah, Mulyadi mengajak jamaah salat id untuk memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga mengajak untuk saling memaafkan, saling mengisi kesempatan yang diberikan Allah untuk berbuat kebaikan di masa pandemi ini.

Untuk diketahui, seluruh Masjid di Kabupaten Bintan dibuka untuk pelaksanaan salat id 1441 H dengan pertimbangan Kabupaten Bintan adalah  kawasan sudah terkendali atau zona hijau pandemi Covid-19 sesuai dengan Tausiyah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau No. Kep – 037/DP-P-V/V/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Raamdan dan Ilduftri 01 Syawal 1441 H dalam Situasi Pandemi Covid-19, Surat Edaran Gubernur Provinsi Kepulauan Riau No. 37/SET-GTC19/V/2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Selama Bulan Ramadan dan Idulftri, dan Surat Edaran Bupati Bintan No. 451.2/SETDAA/377 tentang Pelaksanaan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1 Syawal 1441 H/ 2020 M dalam Situasi Pandemi Covid-19 bahwa Kabupaten Bintan dianggap aman untuk melaksanakan ibadah salat id di Masjid dengan tetap menyesuaikan anjuran bagi jamaah untuk lolos uji suhu tubuh, menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker, memberi jarak, menggunakan sajadah masing-masing, tidak berjabat tangan, dan ditentukan hanya untuk jamaah yang berdomisili di lingkungan Masjid tersebut. (mulyadi/amilia)
 

236

Berita Terkait