Minggu 17 Januari 2021

Berita

H. Sunarjo : Ingat Kembali Sejarah dibalik Hari Santri

21-10-2020


* H. Sunarjo memberikan amanat apel pagi

Kemenag TPI (INMAS) yang bertindak selaku Pembina apel pagi (20/10) adalah Penyelenggara Haji dan Umrah H. Sunarjo, S.Ag, M.H.I. dalam amanat nya ia meminta kepada seluruh civitas di kemenag untuk mengenang kembali
sejarah dibalik ditetapkannya hari santri nasional oleh Presiden Joko Widodo Setiap tanggal 22 Oktober. Peringatan ini menjadi hal yang penting karena tujuannya untuk mengingatkan masyarakat tentang resolusi jihad KH Hasyim Asyari.


Menurut H. Sunarjo, resolusi jihad tersebut menggerakkan santri, pemuda, dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial yang puncaknya terjadi pada 10 November 1945.
Peringatan ini mengisahkan Hasyim Asyari yang kala itu menjabat sebagai Rais Akbar PBNU memutuskan untuk melakukan resolusi jihad melawan pasukan kolonial di Surabaya, Jawa Timur. Keputusan itu ditetapkan setelah mendengar tentara Belanda yang berupaya kembali menguasai Indonesia dengan membonceng sekutu.

Para santri pun meminta kepada pemerintah supaya menentukan sikap dan tindakan agar tidak membahayakan kemerdekaan serta agama. Pasalnya, perbuatan Belanda dan Jepang kepada Indonesia dianggap sebagai perilaku zalim bagi NU.

Sejak menyerukan resolusi jihad tersebut, para santri dan rakyat pun melakukan perlawanan sengit dalam pertempuran di Surabaya. Pimpinan Sekutu Brigadir Jenderal Aubertin Walter Sothern Mallaby pun tewas dalam pertempuran tersebut. Mallaby tewas dalam pertempuran yang berlangsung pada 27-29 Oktober 1945. Hal inilah yang menjadi pemicu pertempuran 10 November 1945.

Hari Santri Nasional  dituangkan ke dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang ditandatangani di Masjid Istiqlal, Jakarta. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali mengingat perjuangan dan meneladankan semangat jihad para santri yang digelorakan para ulama. (fm. dari berbagai sumber)

 

122

Berita Terkait