Selasa 18 Juni 2019
Ats-tsulatsa 14 Syawal 1440

Berita

Erman Zaruddin, Kepala Kemenag Bintan Berkarya dengan Pantun

12-06-2019


* Erman Zaruddin, Kepala Kemenag Bintan Berkarya dengan Pantun

Bintan (Inmas) -  Tidak banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih konsisten dalam menghasilkan karya tulis di tengah kesibukan melakukan pengabdian sebagai pelayan masyarakat. Kepala Kantor Kementerian Agama Bintan, Drs. H. Erman Zaruddin, M.M.Pd. mungkin adalah salah satu dari sedikit PNS yang masih mampu meluangkan waktu untuk mencurahkan gagasannya dalam sebuah tulisan. Erman telah menerbitkan karya tulisnya yang ke tujuh yaitu buku tentang Antologi Pantun Lima Budaya Kerja Kementerian Agama.

Buku ini disusun oleh lima orang pegawai Kementerian Agama Kepulauan Riau yaitu Drs. H. Erman Zaruddin, M.M.Pd yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Bintan, Fajri Mubarak Kasi Pendis Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Zaid, ST Pranata Humas di Kantor Kementerian Agama Lingga, Kartika Binti Abdul Hamid Kepala Madrasah Aliyah Negeri Tanjungpinang, dan Renaning Widyawati, S.Pd Guru di Madrasah Aliyah Negeri Tanjungpinang.

Menurut Erman, Budaya kerja merupakan hal yang sangat penting bagi suatu organisasi. Jika budaya kerja terlaksana dengan baik maka akan memudahkan organisasi tersebut mencapai tujuan. Budaya kerja harus disosialisasikan dan diketahui oleh semua anggota organisasi dengan baik dan maksimal.

Sedangkan pantun bagi Erman merupakan puisi lama melayu yang memiliki bahasa teratur dan terikat dan disampaikan secara bahasa lisan sebagai hasil olah pikir dan rasa dari sang pemantun yang digali dari pikiran dan relung hati yang paling dalam akan berbagai tuntunan yang ingin disampaikan.

Lima Budaya Kerja Kementerian Agama yang disampaikan dalam bentuk pantun ini diharapkan dapat memberi bimbingan dan dorongan kepada para pembaca khususnya pegawai Kementerian Agama Kepulauan Riau agar selalu melaksanakan lima budaya kerja tersebut dan menumbuhkan semangat literasi dan menulis bagi para pegawainya.

Buku Antologi Pantun ini telah terbit sejak April 2019, sebelumnya Erman membutuhkan waktu dua bulan untuk menghasilkan satu buku dari masa penulisan hingga percetakan, kedepannya Erman masih berkomitmen akan tetap menulis walaupun saat ini sempat terhenti karena proses menyesuaikan dan membangun iklim kerja baru yang sesuai dengan semangatnya di Kantor yang baru dikepalainya selama tiga bulan ini. (amilia)

56

Berita Terkait