Minggu 19 Mei 2019
Al-Ahad 14 Ramadhan 1440

Berita

Eksistensi dan Kompetensi Guru PAI Merupakan Modal Keberhasilan Pendidikan

08-04-2019


* Semangat Guru PAI mengisi PPKB

(Kemenag Lingga)-- Kualitas pendidikan agama terus menjadi sorotan di seluruh Indonesia. Hal ini penting mengingat lajunya arus modernisasi seakan menjauhkan generasi penerus bangsa dari agama. Kecenderungan perilaku hidonistik dan westernisasi menjadi ancaman serius. Untuk itu, fungsi dan peran dari keberadaan Guru Pendidikan Agama Islam sangat dinantikan oleh semua elemen bangsa.


Kepala Kemenag Lingga, H.M.Nasir, S.Ag,M.H mengharapkan guru PAI harus mampu menjadi tauladan dalam banyak aspek karena fungsi guru tidak hanya pandai mengajar tetapi harus pandai belajar. "Guru diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah modernisasi yang cepat berubah. Diharapkan guru harus mampu menjadi sumber dan mesin penggerak moral anak bangsa menuju generasi berakhlaq mulia,"pesannya.
Guru PAI harus terus meningkatkan kompetensi dirinya, bukan hanya segi keilmuan tapi juga eksistensinya di tengah masyarakat. Ekspektasi masyarakat terhadap Guru PAI bukan sekedar mengajar di jam pelajaran di sekolah tapi juga mampu membimbing di luar jam sekolah. Sehingga hadirnya Guru PAI akan menjadi obat penenang hati bagi para orang tua siswa.

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi seorang guru, melalui PPKB GPAI yang merupakan program direktorat PAI dalam meningkatkan kompetensi guru pendidikan agama Islam, sebagai upaya melaksanakan program tersebut maka melalui koordinasi kasi pendis, pengawas dan KKG MGMP Gabungan Guru PAI membentuk Tim pelaksana kegiatan. Kegiatan perdana diadakan adalah Sosialisasi PPKB (Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan). Sosialisasi yang digelar di SDN 002 Singkep, Sabtu, 6 April 2019 yang melibatkan Pengawas PAI, KKG dan MGMP, Guru PAI SD, SMP dan SMA yang dilaksanakan secara mandiri

Menurut Pengawas PAI Kemenag Lingga, Netty Herawati bahwa kegiatan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman tentang konsep umum PPKB GPAI dan menginformasikan kepada guru binaan tentang evaluasi diri Guru PAI. "Kita membahas pemetaan kompetensi GPAI secara online untuk mengevaluasi pola pembinaan di komunitas Guru PAI dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja guru PAI utk peningkatan mutu pendidikan PAI di sekolah,"jelas Netty Herawati.

Proses pelaksanaan PPKB Guru PAI yang dilaksanakan baru tahap sosialisasi(in 1), evaluasi diri kinerja GPAI (on 1), yaitu memetakan tingkat kompetensi seorang guru PAI dan dasar penetapan perolehan angka kredit Guru PAI dalam rangka pengembangan karir Guru PAI. " Usai tahap ini nanti selanjutnya mengikuti bimtek PPKB Guru PAI sesuai dengan profil guru,"tambahnya.

Setelah menyelesaikan PK online diharapkan nantinya akan menghasilkan Guru PAI yang terlatih. Berdasarkan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensinya sesuai KMA 211 tahun 2011.(zaid)

130

Berita Terkait