Selasa 13 November 2018
Ats-tsulatsa 4 Rabiul Awal 1440

Berita

Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA Buka Kegiatan Binwin Se Kepulauan Riau Tahun 2018

06-11-2018


* Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA Buka Kegiatan Binwin Se Kepulauan Riau Tahun 2018

Tanjungpinang (Inmas)- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,MA membuka secara resmi kegiatan Bimbingan Teknis Fasilitator Bimbingan Perkawinan Se Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018 di Hotel Comforta Jalan Adi Sucipto Km. 10 Tanjungpinang, Selasa (6/11).

Kepala Seksi Kepenghuluan dan Pemberdayaan KUA Kanwil Kemenag Kepri H. Mustofa dalam laporannya mengatakan tingginya angka perceraian secara nasional telah mencapai angka 20%. Menurutnya hal itu menunjukkan lemahnya ketahanan keluarga muslim di Indonesia pada umumnya dan provinsi Kepulauan Riau pada khususnya.
Data perceraian di Kepripada tahun 2017 telah mencapai 2.561 peristiwa dari jumlah perkawinan 12.102 peristiwa. “Angka tersebut menunjukkan bahwa angka perceraian di Kepri tahun 2017 sudah melebihi rata-rata nasional atau setara 21,16%. Berdasarkan fenomena tersebut, kami perlu mengambil langkah preventif untuk menurunkan tingginya angka perceraian tersebut,” kata Mustofa.

“Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan mengintensifkan kembali pembinaan keluarga melalui program bimbingan perkawinan bagi catin dan pembinaan remaja usia nikah. Agar program tersebut dapat menghasilkan berupa pengaruh pada penguatan keluarga menuju keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” kata Mustofa lagi.
Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA dalam arahannya mengatakan pemahaman konsep keluarga yang berlandaskan pada  nilai-nilai agama harus ditanamkan sejak dini. Menurutnya keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang merupakan landasan dari semua institusi. Keluarga merupakan kelompok primer yang terdiri dari dua atau lebih orang yang mempunyai jaringan interaksi interpersonal, hubungan darah, hubungan karena perkawinan dan adopsi.

Karena sebagian peserta merupakan Kasi, Kepala KUA dan staf di Kemenag Kabupaten/Kota, Kakanwil mengajak jajarannya untuk dapat menjadi contoh dalam masyarakat. “Peserta dibimbing untuk menjadi fasilitator bagaimana membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Oleh karena itu fasilitator harus dapat menjadi teladan bagi masyarakat yang akan dibimbingnya,” ujar Kakanwil.

Kakanwil juga menyampaikan lima pilar ketahanan keluarga muslim, antara lain kemandirian nilai Islam, kemandirian ekonomi, kesalehan sosial, ketangguhan menghadapi konflik, dan kemampuan menyelesaikan masalah.

“Saya sebagai pimpinan ingin melihat penampilan ASN Kementerian Agama di Kepulauan Riau tampil meyakinkan, misalnya dengan mengambil inisiasi berbagai kegiatan masyarakat dalam soal-soal keagamaan, berpakaian rapi, sopan dan santun,” ucap Kakanwil.

“Soal bimbingan perkawinan bukan saja dalam kegiatan-kegiatan yang resmi, tetapi bagaimana kita memberikan contoh yang baik dalam masyarakat. Mulailah tunjukan bagaimana mendidik anak-anak kita menjadi anak yang sholeh sehingga dapat menjadi rule model bagi masyarakat,” imbuhnya.

Peserta dalam kegiatan berjumlah 30 orang dengan rincian Kemenag Tanjungpinang 4 orang, Bintan 6 orang, Batam 6 orang, Karimun 6 orang, Lingga 4 orang, Natuna 2 orang dan Kepulauan Anambas 2 orang. Tujuan diselenggarakannya kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta agar mampu mengaplikasikan dalam memberikan bimbingan perkawinan. (hatiman)

29

Berita Terkait