Rabu 11 Desember 2019
Al-Arbi'aa 13 Rabiul Akhir 1441

Berita

Cegah Kawin Anak, Kabid Bimas Islam Minta Saran Kementerian/ Lembaga

11-11-2019


* Cegah Kawin Anak, Kabid Bimas Islam Minta Saran Kementerian/ Lembaga

Batam (Inmas)-Usai mendengarkan arahan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, kegiatan rapat koordinasi lintas kementerian / lembaga dalam rangka cegah kawin anak dilanjutkan dengan pemaparan berbagai permasalahan tentang pernikahan dini oleh Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri H. Edi Batara.  Kegiatan dilaksanakan di Aula Siskohat Batam, Senin (11/11/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,MA, Kabid Bimas Islam H. Edi Batara, Kepala Kemenag Karimun H. Jamzuri, Kepala Kemenag Bintan H. Erman Zaruddin, perwakilan Polda Kepri AKBP. Marsigit, Ketua PA Tanjungpinang H.M. Yusar, Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan Yuli Munir, Wakil Ketua PA Batam Usman, dan para Kepala KUA se Kota Batam dan sejumlah undangan lainnya.

Edi Batara mengatakan Bab II Pasal 6 ayat satu Perkawinan didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Ayat dua Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 (dua puluh satu) tahun harus mendapat izin kedua orang tua.

Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pada pasal 7 ayat satu menyebutkan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak perempuan sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan dalam ayat dua disebutkan dalam hal penyimpangan terhadap ayat satu (pasal ini) dapat meminta dispensasi kepada pengadilan atau pejabat lain yang ditunjuk oleh kedua orang tua pihak pria maupun wanita.

Menilik referensi berbagai negara tentang batas usia perkawinan, menurut Edi, terdapat berbagai perbedaan pada beberapa negara Islam. Suriah, misalnya menggunakan usia minimal 18 tahun untuk pria dan 16 tahun untuk wanita. Bahkan di Yordania, usia minimal untuk pria 16 tahun dan wanita 15 tahun.

“Namun yang perlu kita perhatikan adalah menurut data, peristiwa pernikahan di bawah umur dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2018 jumlah pernikahan di bawah umur berjumlah 82 pasangan, dan ada kecenderungan meningkat menurut data sampai Agustus 2019,” kata Edi Batara.

“Satu hal yang perlu jadi catatan kita adalah tentang tingginya angka perceraian di Kepri. Tahun 2018 sudah ada 2.561 pasangan bercerai. Faktor-faktor yang menyebabkan perceraian memang bermacam-macam. Tetapi yang paling dominan adalah perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus, meninggalkan salah satu pihak, dan alasan ekonomi,” ujar Edi lagi.

“Sesuai dengan tupoksi kami, Kemenag sudah melakukan bimbingan perkawinan yang dilaksanakan selama 16 jam di KUA dan 16 jam di Kemenag Kabupaten/Kota untuk mencegah perceraian,” ucapnya.

Sementara itu rakor juga menerima berbagai masukan dari peserta. Berbagai informasi diberikan oleh peserta rapat.

Ketua PA Tanjungpinang H. Muhammad Yuzar mengatakan dengan diberlakukannya UU No. 16 Tahun 2019 akan menyebabkan permintaan dispensasi nikah akan meningkat. Namun pihaknya memastikan Pengadilan Agama akan menilai alasan-alasan mengapa pernikahan dilakukan di bawah umur sehingga layak diberikan dispensasi. “Namun hakim-hakim akan melihat apakah dispensasi itu dimohonkan karena alasan dharurat atau tidak,” sebutnya.

Sementara itu perwakilan Polda Kepri AKBP. Marsigit mengatakan Polda Kepri sesuai dengan tusinya sudah melakukan berbagai sosialisasi setiap awal bulan di sekolah-sekolah. Namun pihaknya memandang perlu untuk membentuk tim untuk melakukan sosialisasi, penyuluhan dan penegakkan hukum bersama stakeholders yang ada.

Perwakilan Dinas Perlindungan Anak dan Perempuan, Yuli Munir dalam kesempatan tersebut juga mengusulkan diperlukan kurikulum pendidikan soal cegah kawin anak di bawah umur. “Bagaimana pun orang tua memiliki peranan yang besar terhadap tumbuh kembang anak. Kenapa kita membiarkan anak tanpa pengawasan sehingga terjerumus pada pergaulan bebas,” imbuhnya.  (hatiman)
 

53

Berita Terkait