Rabu 11 Desember 2019
Al-Arbi'aa 13 Rabiul Akhir 1441

Berita

BPJS Kesehatan Tanjungpinang Sosialisasikan Aplikasi Berbasis Android

16-07-2019


* BPJS Kesehatan Tanjungpinang Sosialisasikan Aplikasi Berbasis Android

Tanjungpinang (Inmas)-BPJS Kesehatan Tanjungpinang kembali menyelenggarakan sosialisasi di Kanwil Kemenag Kepri, Selasa (16/7/2019) di Aula Kanwil Kemenag Kepri. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Kepri Dr. Drs. H. Mukhlisuddin, SH,.MA. Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat eselon III dan IV, pegawai dan karyawan serta perwakilan BPJS Tanjungpinang.

Dalam arahannya Kakanwil Kemenag Kepri mengatakan program BPJS sangat vital, selain dirinya pernah merasakan terbantu oleh BPJS melalui program JKN KIS, BPJS mengembangkan pola dengan gotong royong semua tertolong.

“Semua kita sudah pasti ingin sehat terus, namun jika kita sakit maka kita perlu BPJS. BPJS sangat membantu, oleh karena itu sangat penting. Manfaat peluang ini dengan maksimal, sebagai upaya kita menjaga kesehatan. Sesuai dengan pesan Rasulullah, semua penyakit ada obatnya. Oleh  karena itu kita wajib berusaha. Dan inilah upaya kita,” pesan Kakanwil.

“Saya mau semua pegawai dan karyawan paham betul bagaimana memanfaatkan aplikasi BPJS berbasis android agar kepesertaan kita tetap up date. Jangan ada lagi yang terlambat bayar iuran gara-gara kita kekurangan informasi,” pesannya lagi.

Sementara itu dalam sambutannya perwakilan BPJS Tanjungpinang, Vonang mengatakan tahun ini BPJS menyelenggarakan kegiatan BPJS turun kampung, karena ternyata masih ada masyarakat yang belum paham benar tentang program JKN KIS yang diterbitkan oleh pemerintah.

“Hari ini kami ingin mensosialisasikan kepesertaan bapak ibu melalui aplikasi berbasis android. Tujuannya agar setiap orang dapat mengecek aktivasi kepesertaan pada program JKN KIS dengan android sehingga lebih mudah. Termasuk untuk mengetahui apakah kita memiliki tunggakan iuran atau tidak,” kata Vonang.

Vonang mengatakan BPJS berbasis android memungkinkan peserta untuk menikmati layanan pindah fasilitas kesehatan. “Kita ajarkan bagaimana mengaktifkan aplikasi tersebut, pada aplikasi juga terdapat berbagai informasi bagaimana cara untuk menjadi peserta,” tambah Vonang.

Masih menurut Vonang, kewajiban peserta BPJS adalah mendaftarkan diri, dan anggota keluarga, memberikan data secara valid termasuk perubahan data jika ada, melaporkan perubahan data agar hak yang diterima sesuai dan menjaga kartu peserta agar tidak rusak, hilang atau dimanfaatkan pihak-pihak lain yang tidak memiliki hak.

Adapun hak peserta BPJS adalah mendapat kartu anggota, memperoleh manfaat pelayanan kesehatan, mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama, dan peserta juga dapat menyampaikan keluhan, pengaduan, kritik dan saran secara lisan dan tertulis melalui petugas di unit penanganan pengaduan peserta.

Untuk kewajiban mendaftar bagi suami istri berstatus pekerja berlaku ketentuan bagi suami istri yang maisng-masing merupakan pekerja maka keduanya wajib didaftarkan sebagai peserta PPU oleh masing-masing pemberi kerja dan membayar iuran. Suami istri dan anak dari peserta PPU yang keduanya berstatus peserta berhak memilih kelas perawatan tertinggi, dan anak PPU dari pasangan suami istri yang masing-masing sebagai pekerja didaftarkan pada salah satu orang tuanya yang memiliki kelas perawatan tertinggi dengan tetap memenuhi ketentuan kriteria anak dalam kepesertaan JKN. (hatiman)

93

Berita Terkait