Kamis 26 November 2020

Berita

Bimtek Sertifikasi Halal, Pemerintah Komitmen Bantu UKM

19-10-2020


* Bimtek Sertifikasi Halal, Pemerintah Komitmen Bantu UKM

Bintan (Humas)_Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau melalui Bidang Bimas Islam menyelenggarakan bimbingan teknis fasilitasi bantuan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil se Provinsi Kepulauan Riau tahun 2020 yang dipusatkan di Aula Razali Jaya, STAIN SAR Kepulauan Riau Jalan Lintas Barat, Bintan, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Hadir dalam kegiatan tersebut Kakanwil Kemenag Kepri Dr. H. Mahbub Daryanto, Kabid Bimas Islam Drs. H. Edi Batara, Kepala Bagian UAK STAIN SAR Kepri Imam Subekti, para pejabat eselon IV dan 100 peserta yang merupakan pelaku usaha UKM di Kepulauan Riau. 

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Prof. Dr. Sukoso, Ph.D dalam arahannya mengatakan kegiatan tersebut ditujukan untuk mempersiapkan UKM di Indonesia termasuk Kepulauan Riau memiliki standard halal yang jelas menuju kompetensi global. 

Dalam proses sertifikasi halal, Sukoso mengatakan kepada para pelaku usaha yang dibutuhkan adalah sikap kejujuran karena pertanggungjawaban produk halal bukan saja di dunia tetapi juga akhirat. 

“Sertifikasi produk halal sangat penting. Jangan lengah, dengan kehalalan produk karena pasar diambil oleh orang lain. Perdagangan negara lain sudah mempersiapkan diri dengan instrumen yang diperlukan. Karena kebutuhan dunia sangat besar. Saya tahu produk luar sudah banjir di Kepri,” kata Sukoso. 

Dia mengatakan UU JPH merujuk pada UUD 1945. “Jepang adalah negara yang sangat memperhatikan standar kesehatan yang tinggi dengan semua proses dijamin higienis, tetapi tidak memperhatikan produk yang halal.  Untuk itu BPJPH sudah menggunakan standard proses yang ditentutan Undang-Undang,” tambahnya. 

Sukoso mengatakan literasi halal di Indonesia memang masih lemah. Menurutnya, memang memenuhi ketentuan tersebut dirasa sulit untuk memenuhi standar BPJH karena ini menyangkut jaminan produk halal yang ada komitmen halalnya. 

“Jika pelaku usaha berlaku jujur itu tidak akan sulit untuk menuju negeri yang baldatun toyyibbbatun warabbun ghofur. Ketika makanan masuk ke dalam tubuh maka harus dijamin halal dan toyyib. Literasi halal kita mulai dari kampus karena akan ada proses diskusi yang berkelanjutan,” ujarnya. 

Ketika ditanya peserta apakah pemerintah akan terus berkomitmen untuk membantu UKM dengan menggratiskan proses sertifikasi halal? Sukoso mengatakan pemerintah akan terus mendorong eksistensi UKM dengan berbagai falisitas kemudahan termasuk menggratsikan proses sertifikasi halal. 

Sukoso juga meminta peserta untuk mempelajari cerita ayah Imam Syafii yang memperhatikan produk halal ketika menemukan buah yang hanyut di sungai. “Ayah Imam Syafii mencari pemilik buah tadi untuk mencari kehalalan buah tadi,” ucapnya. 
 

190

Berita Terkait