Minggu 28 Februari 2021

Berita

Beri Kajian Islam Untuk DWP, Ustadz Deni Bahas Taharah

15-01-2021


* Beri Kajian Islam DWP, Ustadz Deni Bahas Taharah

Tanjungpinang (Humas)-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Kepri menyelenggarakan kegiatan rutin bulanan dengan menghadirkan Ustadz Deni Mulyana atau di Tanjungpinang dikenal dengan Ustadz Deden. Kegiatan dilaksanakan dengan protokol kesehatan di Aula Kanwil Kemenag Kepri, Jumat, 15 Januari 2021. Hadir dalam kegiatan para pengurus dan anggota DWP Kanwil Kemenag Kepri. 

Deni Mulyana mengatakan siapa saja yang melangkahkan kakinya menuju majelis ilmu maka Allah akan menyediakan baginya syurga. Dia menyebutkan tahun 2020 dan awal tahun ini banyak musibah yang terjadi di Indonesia, termasuk musibah banjir di Tanjungpinang. 

“Ada banjir, pesawat jatuh, pandemi dan gempa bumi yang baru saja terjadi. Syeick Ali Jaber wafat. Meninggalnya orang alim menjadi tanda kiamat sudah dekat,” kata Ustadz Deden.

Tentang taharah, Ustadz Deden menyebutkan Kitab Fathul Murib, kajian fiqih lengkap karya Abu Suja menjadi rujukan kalangan santri untuk mempelajari bab taharah.  Taharah menjadi kajian yang paling fundamen karena sangat penting dalam memulai ibadah. 

Taharah artinya kesucian tentang ritual ibadah yang wajib dilakukan umat Islam dalam keadaan suci seperti salat, tawaf, membaca Alquran dan lain sebagainya. “Tidak sah salat jika tidak suci dari hadas dan najis. Jika hendak salat maka wajib suci,” tambahnya.  

Dia menjelaskan suci ada dua aspek, yakni suci dari najis dan suci dari hadas. Taharah intinya menghilangkan najis dan mengangkat hadas. 

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertaubat dan bersuci. Sesungguhnya Allah maha baik dan Allah tidak akan menerima sesuatu kecuali sesuatu yang baik,” ujar ustadz Deden menyitir ayat Alquran. 

Selanjutnya ustadz Deni mengatakan hadas hanya berhubungan dengan badan, sementara najis bisa berhubungan dengan badan, pakaian dan tempat. Hadas dan najis tidak harus berupa kotoran. Dan tidak setiap yang bersih itu suci.

Cara bersuci dari najis dapat dilakukan dengan beberapa cara. Najis dihilangkan dengan mencuci dengan air. Menghilangkan najis dapat dilakukan dengan batu seperti beristinjak. Bersuci dari najis juga dapat dilakukan dengan tanah, misalnya ketika membersihkan alas kaki dengan tanah. Najis juga dapat dibersihkan dengan lap. Najis dapat dibersihkan dengan disiram dengan air. Dan menghilangkan najis di dalam air dengan cara menambah debit air sampai warna, bau dan rasanya kembali seperti sebelumnya. 
 

49

Berita Terkait