Selasa 12 November 2019
Ats-tsulatsa 14 Rabiul Awal 1441

Berita

Aidit, Siswa MTs Negeri Lingga Berlaga di KSM Tingkat Nasional

19-09-2019


* H.Zamroni, S.Ag, Kasi Pendidikan Islam dampingi Aidit

(Kemenag Lingga) --- Kementerian Agama menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Nasional 2019, di Kota Manado, Sulawesi Utara. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Beliau mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar Kemenag untuk melahirkan penerus Habibie. 

Dalam sambutan pembukaan Menag menginginkan melalui KSM akan lahir ilmuwan-ilmuwan hebat pengganti Habibie. Kegiatan ini berlangsung mulai, 16 - 21 September 2019 mendatang.

Kabupaten Lingga tahun ini mengirimkan 1 (satu) orang siswa MTs Negeri Lingga atas nama Aidit. Siswa hebat ini lolos seleksi di tingkat Kabupaten. Selanjutnya dikirim ke Tingkat Nasional di Manado.

Aidit mengikuti cabang lomba IPS tingkat Tsanawiyah. Ia akan berlaga melawan para pesaingnya dari seluruh Indonesia.

Menurut Zamroni, Kasi Pendidikan Islam Kemenag Lingga, saat ini Aidit dalam keadaan baik dan siap berkompetisi. "Alhamdulillah semuanya sehat. Usai pembukaan oleh Pak Menteri kemarin, anak-anak istirahat sambil belajar ringan saja,"ungkap Zamroni.

"Semoga Aidit bisa bersaing dengan siswa yang lain dan bisa berprestasi menjadi juara Nasional,"harap Zamroni.

Aidit berangkat tanpa guru pendamping mata pelajaran. Hal ini dikarenakan ketidaktersediaan anggaran untuk guru pendamping. Semoga kedepan, even-even seperti ini disediakan alokasi anggaran khusus untuk guru pendamping. Apalagi untuk lokasi tanding yang jauh.

Hal ini tentu perlu menjadi pemikiran bersama. Selain menjadi pendamping di lokasi tanding juga sebagai wujud penghargaan dan apresiasi terhadap kerja keras para guru. Hal ini perlu menjadi perhatian kita bersama demi kemajuan pendidikan agama baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

Apalagi dalam KSM Nasional, para peserta akan diberikan soal-soal yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam. “Di sini mereka akan berkompetisi untuk memecahkan soal-soal yang bukan hanya membutuhkan kecerdasan nalar saja, tapi juga pemahaman tentang nilai-nilai Islam secara baik,” kata Zamroni. 

Selain kompetisi sains, di tempat yang sama juga digelar Madrasah Young Researcher Camp, yang mempresentasikan dan menggelar pameran hasil riset dalam bidang sains, sosial dan ilmu Keagamaan anak madrasah se Indonesia. (zaid)

139

Berita Terkait