Senin 19 April 2021

Ahmad Husin : Desa Sepempang Akan Dijadikan Desa Sadar Wakaf.

18-09-2020


*

Kemang Natuna inmas — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna Drs.H.Ahmad Husin mengatakan persiapan program Kampung Zakat dimulai dari penentuan lokasi dan assesment (penilaian) kebutuhan setempat tentang apa yang mesti dikerjakan. Dikatakannya, ada pembagian tugas untuk setiap lembaga sesuai program yang hendak dialokasikan.

Dalam mewujudkan Kampung Zakat tersebut, Kantor Kementerian Agama Kab.Natuna dalam hal ini melakukan sinergi dengan Badan wakaf Indonesia ( BWI ) Kab.Natuna.

“Upaya penataan harta benda wakaf desa sepempang memasuki babak baru dengan telah di AIW 7 lokasi dari 37 lokasi yang ada oleh ka.KUA kecamatan Bunguran timur dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kab.Natuna saat ini semakin gencar melakukan kampanye wakaf di tengah-tengah masyarakat ”.sebut Ahmad.

Wakaf selama ini masih dipandang sebagai sebuah ibadah yang identik dengan makam, masjid dan madrasah serta kurangnya literasi masyarakat terkait wakaf menyebabkan wakaf masih dipandang sebelah mata padahal potensi wakaf di Indonesia kususnya di Natuna sangat besar dan bisa menjadi alat untuk pemerataan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah setelah menjalani tidak kurang 7 kali pertemuan, dialog dan silaturahim Kemenag Natuna, BWI Natuna dengan wakif, ahli waris, pemerintah desa sepempang, ka, KUA, para Nazir akhirnya 9 Muharram 1442 H/ 27 Agustus 2020 sebanyak 7 lokasi dari 37 lokasi harta benda wakaf desa sepempang dapat dibuat akta ikrar wakaf ( AIW) oleh ka, KUA kecamatan Bunguran timur kabupaten Natuna, sisa 30 lokasi akan segera diproses tahap berikut nya, yang akhir terwujud desa sepempang sebagai desa sadar wakaf”.ungkap Ahmad.

Sejauh ini, Ahmad menyampaikan bahwa sosialisasi tentang  wakaf sudah dilakukan disetiap Kecamatan dan di Desa-Desa yang ada di Bunguran Besar oleh pihak Kementerian Agama Kab.Natuna melalui Kasi Zakat dan Wakaf. ( hkn )

298

Ahmad Husin : Desa Sepempang Akan Dijadikan Desa Sadar Wakaf.

18-09-2020


* Kepala Kantor Kementerian Agama Kab.Natuna Drs.H.Ahmad Husin

Kemang Natuna inmas — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Natuna Drs.H.Ahmad Husin mengatakan persiapan program Kampung Zakat dimulai dari penentuan lokasi dan assesment (penilaian) kebutuhan setempat tentang apa yang mesti dikerjakan. Dikatakannya, ada pembagian tugas untuk setiap lembaga sesuai program yang hendak dialokasikan.

Dalam mewujudkan Kampung Zakat tersebut, Kantor Kementerian Agama Kab.Natuna dalam hal ini melakukan sinergi dengan Badan wakaf Indonesia ( BWI ) Kab.Natuna.

“Upaya penataan harta benda wakaf desa sepempang memasuki babak baru dengan telah di AIW 7 lokasi dari 37 lokasi yang ada oleh ka.KUA kecamatan Bunguran timur dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kab.Natuna saat ini semakin gencar melakukan kampanye wakaf di tengah-tengah masyarakat ”.sebut Ahmad.

Wakaf selama ini masih dipandang sebagai sebuah ibadah yang identik dengan makam, masjid dan madrasah serta kurangnya literasi masyarakat terkait wakaf menyebabkan wakaf masih dipandang sebelah mata padahal potensi wakaf di Indonesia kususnya di Natuna sangat besar dan bisa menjadi alat untuk pemerataan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah setelah menjalani tidak kurang 7 kali pertemuan, dialog dan silaturahim Kemenag Natuna, BWI Natuna dengan wakif, ahli waris, pemerintah desa sepempang, ka, KUA, para Nazir akhirnya 9 Muharram 1442 H/ 27 Agustus 2020 sebanyak 7 lokasi dari 37 lokasi harta benda wakaf desa sepempang dapat dibuat akta ikrar wakaf ( AIW) oleh ka, KUA kecamatan Bunguran timur kabupaten Natuna, sisa 30 lokasi akan segera diproses tahap berikut nya, yang akhir terwujud desa sepempang sebagai desa sadar wakaf”.ungkap Ahmad.

Sejauh ini, Ahmad menyampaikan bahwa sosialisasi tentang  wakaf sudah dilakukan disetiap Kecamatan dan di Desa-Desa yang ada di Bunguran Besar oleh pihak Kementerian Agama Kab.Natuna melalui Kasi Zakat dan Wakaf. ( hkn )

298

Berita Terkait