Rabu 24 Juli 2019
Al-Arbi'aa 21 Dzulka'dah 1440

Berita

Kanwil Kemenag Kepri Gelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Sadar Halal

21-04-2017


*

Tanjung Sebauk (Humas)- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau melalui Bidang Bimas Islam menggelar sosialisasi gerakan masyarakat sadar halal. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari, Jumat (21/4) di Masjid Nurul Jihad Kelurahan Sebauk Kelurahan Senggarang, Tanjungpinang. Kegiatan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan warga setempat.

Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal dalam arahannya mengajak jamaah untuk mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik. "Jika ingin enak tidur, makan dan minum yang halal karena jiwa raganya tenang setelah menggunakan semua yang halal", kata Marwin Jamal.

Marwin pun menganjurkan kepada jamaah untuk menunaikan sholat dhuha agar rezekinya bertambah. Namun dia mengingatkan setiap segala sesuatu yang didapatkan selalu ada pertangungjawaban di dalamnya. "Semua akan ditanya dari mana kita mendapatkan, dan kemana kita membelanjakannya", katanya lagi.

"Bahkan sesuap nasi yang kita makan namun tidak halal maka empat puluh hari doanya tidak diterima Allah SWT. Oleh karena itu setiap muslim wajib memperhatikan kehalalan setiap sesuatu yang didapatkannya", imbuhnya.

Sementara itu Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri H. Erman Zaruddin dalam materinya fungsi keluarga dalam menjalankan reproduksi sangat penting. Menurutnya fungsi reproduksi harus dilaksanakan sesuai dengan ajaran agama Islam. "Keluarga juga harus menjadi tempat perlindungan yang tepat bagi seluruh anggota keluarga. Perlindungan harus dimaknai secara luas, mulai dari memberikan perlindungan dalam berpakaian yang syar’i, dan yang lainnya", sebut Erman Zaruddin.

Erman mengatakan nilai kejujuran harus ditanamkan sejak dini kepada anak sebagai salah satu nilai keislaman. "Nilai kejujuran harus ditanamkan suami kepada istri, istri harus menanamkan nilai kejujuran kepada anak. Banyak contoh nilai kejujuran yang tidak kita tanamkan, atau sering salah kita tanamkan. Misalnya, saat ditanya hendak kemana oleh anak, kita menjawab hendak ke rumah orang yang meninggal, padahal kita ke pasar supaya anak kita tidak ikut, akhirnya anak tidak terbiasa dengan proses penyelenggaraan fardhu kifayah, dan masih banyak contoh lainnya", ucapnya memberikan contoh.

Erman menjelaskan, kebiasaan baik harus diterapkan. Menurutnya tabiat atau tingkah laku lebih dipengaruhi oleh perbuatan yang diulang-ulang. Dia mencontohkan kebiasaan berdoa sebelum melakukan sesuatu seperti makan dan minum harus dibiasakan, jika sudah menjadi kebiasaan maka akan menjadi akhlak. "Dan ingat hakekatnya semua yang kita kerjakan dalam kerangka mengabdi kepada Allah SWT. Menyembah Allah itu sangat penting. Sebagaimana firman Allah, tidak akan diciptakan jin dan manusia untuk mengabdi kepada Allah SWT", sambung Erman.

Lebih lanjut Erman meminta kepada peserta yang umumnya warga sebauk untuk menjaga kestabilan emosi dalam mendidik anak. "Marah boleh tetapi harus pada tempatnya, karena jika kita marah akan mempengauhi psikologi tumbuh kembang anak. Fase tumbuh kembang anak akan sangat menentukan bagaimana mereka menjalani masa remajanya. Jika sejak kecil anak kita didik dengan pengajaran agama, maka saat gejolak masa remaja terjadi dia akan kembali ke agama, begitu pun sebaliknya. Maka pendidikan agama pada anak sangat penting", pungkasnya. (hatiman)

182

Berita Terkait