Rabu 24 Juli 2019
Al-Arbi'aa 21 Dzulka'dah 1440

Berita

Kanwil Kemenag Kepri Beri Bantuan Lagi Desa Binaan Zakat

11-04-2017


*

Tanjung Sebauk (Humas)- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau kembali menggelar pembinaan di Desa Binaan Zakat yang dipusatkan di Masjid Nurul Jihad Kelurahan Sebauk Kelurahan Senggarang Tanjungpinang, Selasa (11/4).

Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat Dan Wakaf Kanwil Kemenag Kepri Afifah Mardiyah mengatakan kegiatan tersebut digelar untuk membina masyarakat yang berada di Desa Binaan Zakat Kanwil Kemenag Kepri yang secara rutin telah dilakukannya selama lebih dari tujuh tahun ini. "Pada kesempatan ini pula disejalankan dengan kegiatan safari hari besar Islam dan pemberian bantuan kepada warga anggota Desa Binaan Zakat yang telah dibina selama ini. Pemberian bantuan bersumber dari dana yang terhimpun pada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kanwil Kemenag Kepri yang diajukan kepada Baznas Kepri untuk disalurkan ke Desa Binaan Zakat", kata Afifah Mardiyah.

Afifah menjelaskan pembentukan Desa Binaan Zakat di Tanjung Sebauk bermula pada tahun 2010 dengan jumlah anggota semula 10 orang, namun hingga kini jumlah anggota terus bertambah menjadi 21 orang. Dengan kegiatan pembinaan dan penyaluran zakat tersebut diharapkan para anggota Desa Binaan Zakat terus termotivasi dalam mengembangkan jenis usahanya. "Target awal adalah bagaimana warga yang semula mustahik bisa menjadi muzakki dan dapat membantu warga lainnya. Tujuan lain adalah agar dana zakat yang telah terkumpul di UPZ melalui Baznas dapat tersalurkan langsung ke warga Desa Binaan Zakat", kata Afifah lagi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Kepri H. Erman Zaruddin mengatakan pihaknya sengaja mengemas berbagai kegiatan keagamaan dalam bentuk safari agar lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. "Hari ini laksanakan safari di Tanjungpinang, besok di Batam dan akan menyusul di Karimun dan daerah lainnya secara bertahap yang dikemas guna memperingati hari-hari besar keagamaan Islam guna merealisasikan slogan bersih melayani, lebih dekat melayani umat", ujar Erman Zaruddin.

Erman Zaruddin menyebutkan ada dua instrument sumber ekonomi umat Islam yang terus akan dikembang yakni zakat dan wakaf. Potensi zakat menurut Baznas bisa mencapai Rp. 100 trilyun, tetapi karena belum diberdayakan dengan baik maka belum bisa mengentaskan kemiskinan umat Islam di Indonesia. "Tahun 2016 sudah tercatat Rp. 6 trilyun, namun kami meyakini masih banyak penghimpunan zakat yang dilakukan masyarakat tetapi tidak tercatat", ujar Erman lagi.

Lebih lanjut Erman mengatakan pihaknya sangat berharap warga Desa Binaan Zakat bisa meningkatkan aktivitas ekonomi umat. "Unit-unit usaha yang sudah kita kembangkan seperti warung-warung yang didirikan melalui dana zakat bisa kita kemas dan perlu dilabeli dengan Warung Desa Binaan Zakat agar orang mengetahuinya. Dan saya minta harga jual di warung Desa Binaan Zakat lebih murah dibanding warung sebelah supaya masyarakat terutama sesama anggota merasa terbantu namun jangan sampai merugi. Keuntungan usaha harus bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi umat", pesan Erman Zaruddin.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal dalam arahannya mengingatkan jamaah untuk senantiasa menunaikan sholat sebagai manifestasi perintah dalam peristiwa Isra Miraj. Kegiatan pembinaan ditutup dengan pemberian bantuan kepada 21 warga Desa Binaan Zakat berupa dana tunai untuk mengembangkan jenis usaha masing-masing. Bahkan Kakanwil Kemenag Kepri menyempatkan diri untuk meninjau langsung warung Desa Binaan Zakat yang dikembangkan dari dana penyaluran zakat. (hatiman)

178

Berita Terkait