Selasa 18 Desember 2018
Ats-tsulatsa 9 Rabiul Akhir 1440

Berita

PCNU Kota Tanjungpinang Selenggarakan Maulidurrasul, Ini Pesan Abdul Wahid Maktub

21-12-2016


*

Tanjungpinang (Humas)-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tanjungpinang menyelenggarakan kegiatan Maulidur Rasulullah SAW tahun 1438 H di Masjid Agung Al Hikmah Kota Tanjungpinang, Selasa (20/12). Kegiatan diawali dengan sholat Dzuhur berjamaah. Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal, dan sejumlah undangan lainnya.

Staf Ahli Menristek Dikti Abdul Wahid Maktub dalam tausiyahnya mengatakan Islam adalah agama yang sangat hebat, namun umat Islam saat ini belum hebat. Menurutnya jika umat Islam saat ini belum hebat itu menandakan mungkin umat Islam belum mengenal Rasulullah. "Lalu bagaimana cara kita mengenal Rasulullah, maka jawabannya adalah dengan mempelajari dan mengamalkan Alquran dan Sunnah", kata Abdul Wahid Maktub mengawali tausiyahnya.

"Janji Allah adalah jika benar-benar mengenal dan mengamalkan Islam maka kita akan jaya, namun jika kita belum juga berjaya berarti kita belum maksimal dalam berislam. Islam akan membuat kita sukses jika kita melaksanakan ajaran Islam dengan kaffah, tidak tanggung-tanggung. Oleh karena itu hal yang harus kita lakukan adalah introspeksi diri", ucap mantan Dubes RI untuk Qatar itu.

Abdul Wahid Maktub mengatakan masih lemahnya pemahaman umat Islam akan ajaran agamanya menjadi penyebab kenapa umat Islam tidak bersungguh-sungguh dalam menjalankan agamanya. "Sampai saat ini tidak semua ajaran agama kita laksanakan sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah. Jika pemahaman agama kurang maka pengamalan ajaran agamanya juga kurang", ucapnya lagi.

Dia menceritakan pengalamannya saat menjadi Duta Besar RI untuk Qatar yang dijabatnya selama kurun 2003-2007, menurutnya banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Qatar sulit untuk mendapatkan pekerjaan dengan posisi yang baik. Menurutnya hal itu disebabkan banyak TKI merupakan tenaga kerja kasar yang tidak memiliki skill yang mumpuni. "Inilah kesalahan umat Islam Indonesia, padahal Rasulullah pernah mengatakan jika ingin memperoleh akhirat kuncinya harus menguasai ilmu, demikian pula jika ingin menguasai dunia juga dengan ilmu. Ilmu ini yang kita lemah", terang Abdul Wahid Maktub.

Lebih jauh dia mengatakan umat Islam Indonesia sebenarnya memiliki masa depan yang cerah. Hal itu karena umat Islam Indonesia merupakan umat Islam terbesar dunia yang masih bersatu. Mengutip pendapat Yususf Qardhawi seorang ulama besar, Abdul Wahid Maktub mengatakan kebangkitan Islam dunia akan dimulai dari Indonesia bukan dari Timur Tengah. "Mungkin saja, kebangkitan umat Islam akan dimulai dari Tanjungpinang. Bukan tidak mungkin, karena yang kita butuhkan saat ini adalah menyatukan persepsi dan aksi kita ke depan. Untuk itu diperlukan kesadaran bersama untuk berubah karena sesuai janji Allah bahwa nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali kaum itu sendiri yang bertekad untuk merubah dirinya sendiri", ingatnya.

"Untuk itu hidup itu harus memiliki target, memiliki cita-cita karena hidup itu bukan hanya disini. Karena hidup itu memiliki maksud dan tujuan. Islam adalah satu-satunya agama yang komprehensif yang menjamin pemeluknya yang taat untuk sukses, yang menjamin siapapun akan bahagia", ujarnya.

Sebelum kegiatan maulidurrasul dimulai, Abdul Wahid Maktub didaulat memimpin pembacaan dua kalimat syahadat kepada Siau Yin, warga Bintan yang masuk Islam. Siau Yin, gadis kelahiran Kijang 21 Agustus 1998 masuk Islam dengan disaksikan oleh Wakil Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, Kakanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal, Ketua Lembaga Adat Melayu dan Ketua MUI Kota Tanjungpinang. Setelah masuk Islam, Siau Yin berganti nama menjadi Siti Khadijah. (hatiman)

1281

Berita Terkait