Minggu 19 Mei 2019
Al-Ahad 14 Ramadhan 1440

Berita

Lukman Hakim Saifuddin : Hindari Politisasi Agama

25-07-2018


*

Hotel Royal Kuningan Jakarta. Menteri Agama R.I. Lukman Hakim Saifuddin  membuka secara resmi Lokakarya Nasional yg  bertemakan “Pengarusutamaan Moderasi Beragama sebagai Implementasi Resolusi Dewan HAM PBB 16/18. Rabu (25/7/2018).

Lokakarya ini adalah kerjasama antara Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Ford Foundation. Hadir dalam acara ini Wakil Menteri Luar Negeri RI, Bapak Dr. H Muhammad Fachir, Sekjen Kemenag, Prof. Nursyam, Tokoh Agama,  Ka. Kanwil, se-Indonesia, Ketua FKUB dan perwakilan Anggota FKUB se Indonesia, para pimpinan Majelis Agama, pimpinan Ormas Keagamaan, para Peneliti, Akademisi, dan Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag se Indonesia serta undangan lainnya.

Plt. Kanwil Kemenag Kepri Afrizal juga hadir pada acara tersebut bersama Sekretaris FKUB Kepri Edy Akhyari dan M.Sidiq Kasubbag Hukum dan KUB Kemenag Kepri.

Menteri Agama RI, Lukman hakim Saifuddin, menyampaikan pesan khusus terkait  isu hangat politik kepada Ka.Kanwil dan Ketua FKUB Se Indonesia. Lukman menyebutkan dengan istilah relasi antara politik dan agama. Politik dan agama hakekatnya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk kemaslahatan umat. Agama tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ada ungkapan " Jangan membawa -bawa agama dalam politik " pernyataan seperti ini harus kita luruskan. Agama adalah nilai universal meskipun kita berbeda agama perbuatan baik dan larangan kejahatan hakekatnya adalah esensi agama. Politik substantif, adalah politik yang mulia bertujuan untuk kemaslahatan umat. Yang harus dihindari adalah politisasi agama.

Agama adalah jiwa dalam kita berpolitik. Bukan sebaliknya menjadikan agama untuk target politik, "politik pragmatis". Inilah yang membahayakan. Agama tidak bisa dipisahkan begitu saja dari politik. Agama adalah ruh dari politik, politik hanya media dan sarana kita dalam melakukan kebaikan. 

Menteri Agama berpesan agar Ka.Kanwil dan Ketua FKUB memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bijaksana menghadapi periode politik yang akan datang terkait isu strategis antara Agama dan  politik. (humpro-usman)

151

Berita Terkait