Selasa 20 Oktober 2020

Opini

05-06-2020

SERBA SERBI COVID-19
Oleh : Syahjohan, S.Ag, M.Si
Ka. Subbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kab. Bintan

Sungguh luar biasa pengaruh dari Covid-19 terhadap tatanan kehidupan manusia baik secara sosial, politik, budaya, ekonomi, apalagi kesehatan bagi masyarakat penghuni planet bumi ini. Khususnya bagi Negara yang kita cinta dari Sabang sampai Merauke, di semua strata kehidupan masyarakat baik yang tinggal di Desa, Kota, terlebih Ibukota sebagai tempat terbanyak penderita Covid-19.

Pandemi Covid-19 ini hampir melumpuhkan bahkan mematikan semua aktivitas manusia. Dari berbagai informasi yang dapat kita lihat dan dengar, banyak perusahaan yang bergelut di bidang perekonomian mulai goyah, gulung tikar, dan bahkan banyak karyawan yang ‘dirumahkan’. Dampak dari hal ini adalah lonjakan peningkatan angka pengangguran yang luarbiasa, karena semua aktivitas yang sifatnya mengumpulkan massa dan membentuk keramaian ditiadakan, termasuk ibadah berjamaah di Masjid bagi umat Islam dihimbau untuk sementara waktu  tidak dilaksanakan sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan virus yang  sangat mematikan ini.

Berbagai kebijakan Pemerintah dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke level Desa diatur sedemikian rupa guna menyelamatkan kehidupan umat manusia dari wabah ini. Kegiatan sehari-hari di semua celah lini kehidupan diatur dengan menggunakan Protokol Kesiapsiagaan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19, dengan kata kunci stay at home atau tinggal di rumah saja. Stay at home mempunyai makna bahwa semua aktivitas pelayanan dan pekerjaan dilaksanakan di rumah saja dibantu dengan menggunakan jaringan internet, terkecuali bagi pelayanan oleh Penyelenggara Negara dan ASN untuk tetap beraktivitas di kantor dengan pembagian sistem kerja work from home (WFH) atau bekerja di rumah dan work from office (WFO) atau bekerja di kantor secara bergiliran.

Koordinasi yang dilaksanakan selama WFH dapat dilakukan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi komunikasi yaitu dengan menggunakan video conference berbasis aplikasi untuk rapat secara virtual, salah satunya aplikasi Zoom Cloud Meeting yang digunakan oleh mayoritas dari berbagai kalangan. Peserta rapat virtual dapat mengikuti video conference melalui gawai android dengan mengunduh aplikasi tersebut di Playstore, dan juga dapat melalui Laptop dengan membuka situs zoom.us.

Pada masa pandemi ini, semua jenjang pendidikan diwajibkan belajar di rumah saja. Aktivitas belajar mengajar dilakukan di rumah dengan bantuan teknologi komunikasi, orang tua akhirnya menjadi guru bagi anak-anaknya. Namun bagaimana dengan anak yang bersekolah di daerah yang jauh dari jangkauan internet dan tidak memiliki kecanggihan fasilitas komunikasi seperti gawai (android)? Hal ini tentunya harus menjadi pikiran kita semua untuk kedepannya, betapa listrik dan internet harus menjangkau ke seluruh pelosok negeri.

Pada masa pandemi ini, berbelanja untuk kebutuhan hidup juga dianjurkan melalui dunia maya. Yah, cukup luar biasa virus corona ini membuat kita menjadikan rumah sebagai basis utama, terutama basis pertahanan dan perlindungan keluarga dari Covid-19. Dengan merebaknya Covid-19 dan konsep hidup stay at home, orang tua dapat membina kehidupan keluarga dan anak-anaknya dengan lebih baik lagi. Orang tua dapat memperhatikan perkembangan dan kebiasaan anak-anak mereka dengan lebih dekat dan lebih baik lagi.

Bagi umat Islam, ada 2 (dua) peristiwa istimewa di masa pandemi Covid-19, yaitu pelaksanaan ibadah sunnah selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idulfitri 1441 H yang dilaksanakan di rumah saja. Biasanya, kita melaksanakan salat tarawih, salat jumat, dan salat fardhu lainnya secara berjamaah di Masjid dan Musala. Tetapi pada tahun ini kita melaksanakan ibadah tersebut di rumah bersama keluarga. Biasanya juga ada kegiatan berbuka puasa bersama atau dikenal dengan istilah Bukber, namun pada tahun ini kegiatan tersebut ditiadakan, semuanya berbuka puasa di rumah.

Hari Raya Idulfitri adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadan selama 30 hari. Umat Islam biasanya merayakan hari kemenangan ini dengan suka cita, dimulai dengan takbiran dan melaksanakan salat Id secara berjamaah di Masjid atau tanah lapang. Namun pada 1 Syawal 1441 H kali ini, salat Id tidak dilaksanakan dimanapun di Indonesia terlebih di zona merah. Terkecuali di zona hijau pandemi Covid-19 atau di wilayah yang terkendali, disana terdapat beberapa Masjid yang diperbolehkan dibuka sebagai tempat pelaksanaan salat Id berjamaah, namun dengan mematuhi Protokol Kesiapsiagaan dan Pencegahan Penyebaran Covid-19 serta mematuhi peraturan pelaksanaan salat di masa pandemi Covid-19. Walaupun demikian, masih banyak masyarakat yang tinggal di zona hijau pandemi Covid-19 tetap melaksanakan salat Id di rumah saja. Mudah-mudahan banyak hikmah yang dapat kita ambil dari mewabahnya Covid-19 ini, salah satunya membuat kita semakin tangguh menuju  New Normal. (editor : Amilia Putri, S.I.Kom)
 

28