Kamis, 16 Maret 2017, 04:06

Egi Setiawan, Alumni MTs Singkep Melanjutkan Studinya di Kairo Mesir

Photo Egi saat berwisata ke Piramid

Lingga (Siaran Pemberitaan)-- Pasangan Zulkarnain dan Yusnaini yang berasal dari Lingga ini sangat beruntung, pasalnya putra kesayangannya sekarang berkesempatan menuntut ilmu di salah satu Universitas tertua di dunia, yaitu Al Azhar di Kairo Mesir. Sungguh merupakan suatu kebanggaan yang sangat luar biasa memiliki putra dengan segudang prestasi hingga bisa belajar agama di Mesir.

Sebut saja, Egi Setiawan pria muda ini sebelumnya bersekolah di SDN 012 Singkep. Sejak SD sudah tertarik untuk belajar dan menekuni ilmu agama. Hal ini tentunya sedikit banyak dipengaruhi oleh semangat dari almarhum kakeknya H. Jum'at. Semasa hidupnya alm. H. Jumat aktif diberbagai aktifitas keagamaan mulai dari acara nikah kawin hingga penyelenggara fardu kifayah di Dabo Singkep. Kedekatan dengan sosok sang kakek membuat Egi Setiawan kecil memiliki semangat yang kuat untuk terus belajar agama.

Akibat dari kecintaannya belajar agama, setamat SD Egi memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya di MTs Singkep. Egi yakin dengan sekolah di MTs pasti akan lebih mudah baginya untuk belajar dan menggali ilmu agama.

Setelah mengeyam pendidikan agama di MTs, Egi muda tidak puas hingga ia kembali memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Jawa. Bayangannya saat itu di Pulau Jawa banyak Pondok Pesantren. Akhirnya Egi berangkat ke Jawa dan mendaftar di Madrasah Salafiyah Syafi'iah Ponpes Tebu Ireng Jombang.

Berawal dari MA Salafiyah ini timbul semangat untuk memperdalam bahasa Arab dan menghafal Quran. Cara berfikir mulai terbuka karena sering berdiskusi dengan santri yang lain dan juga sebgian pembina adalah alumni Timur Tengah. Egi mulai pasang tekad nanti harus kuliah ke Kairo Mesir.

Setelah lulus MA Salafiyah dengan berbekal hafalan dan kemampuan berbahasa Arab, Egi Setiawan mendaftar ujian masuk Universitas Al Azhar yang diselenggarakan oleh Kedutaan Mesir di Jakarta. Ternyata hasil tidak pernah mengingkari usaha, Egi Setiawan lolos dan diterima di Fakultas Syariah Wal Qonun jurusan Syariah Islamiyah di Universitas Al Azhar Kairo.

Penulis berkesempatan berkomunikasi dengan Egi Setiawan melalui akun messenggernya, Kamis(16/03). Ditanya, bagaimana agar adik-adik madrasah aliyah yang baru tamat bisa belajar agama ke Mesir?. Menurut Egi, syaratnya harus hafal Quran minimal 3 (tiga) juz dan bisa berbahasa Arab. "Siapa yang berminat mulai sekarang ayo menghafal Quran dan belajar bahasa Arab,"tulis pria pencinta Nasi lemak dan bilis belade ini menuturkan.

"Adik-adik baru bisa ke Kairo Mesir dengan ikut jalur tes di Kementerian Agama. Biasanya sekitaran April ada info jalur masuk Universitas Al Azhar,"ungkap Egi.

"Niat dan semangat perlu dibina sejak dini. Semuanya perlu proses bukan instan,"pesan pria yang bercita-cita menjadi orang yang bermanfaat dunia dan akhirat ini.

Selama pendidikan Egi Setiawan memperoleh beasiswa, tapi hanya biaya pendidikan saja. Sedangkan untuk biaya hidup harus ditanggung sendiri. Saat ini, nilai mata uang mesir melemah sehingga biaya kebutuhan hidup melonjak tinggi. "Di senggang waktu, saya harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup. Biaya hidup berkisar Rp. 4 juta/bulan. Sedangkan kalau pulang ke Tanah Air biaya tiket pesawat PP harus Rp.30 juta,"sambung Egi.

"Sekarang sudah mulai betah dan beradaptasi dengan kehidupan di Mesir. Terutama soal lidah. Kalau dulu saya paling suka nasi lemak lauk bilis belade, tapi sekarang sudah terbiasa dengan makanan orang Mesir seperti isy, adas, ruz billaban (nasi dengan susu),"lanjutnya.

"Sampai hari ini, orang tua masih membantu mengirimkan biaya hidup setiap bulannya. Proposal sudah saya ajukan, mudah-mudahan ada perhatian dan bantuan dari Pemkab Lingga. Semoga proposal saya ditanggapi dan dapat dikabulkan oleh Pemkab Lingga. Selesai kuliah di Al Azhar saya akan pulang dan akan mengabdi di Kabupaten Lingga, Insyaallah. Bagi adik-adik yang berminat dan ingin melanjutkan studinya ke Mesir boleh menghubungi ke akun FB saya : Egi Setiawan,"tutup Egi. (zaid)

Berita Lainnya
Rabu, 22 Maret 2017, 16:20

Musabaqoh Makalah Qur'an, Effendy Asmawi: Semoga Muncul Literatur Baru

Rabu, 22 Maret 2017, 11:57

55 Khattath dan Khatthatah Bersaing Meraih Posisi Puncak.

Rabu, 22 Maret 2017, 11:34

Musabaqoh Fahmil Quran Singkep Unggul di Final

Rabu, 22 Maret 2017, 08:33

Arena STQ Ke-7 Kabupaten Lingga : Siswa Siswi MTs Negeri Lingga dan MA Al Barakah Singkep Dominasi Final Fahmil Qur'an

Selasa, 21 Maret 2017, 10:21

Kabid Madrasah Tinjau Langsung Pelaksanaan UAMBN Di MA Al Barakah Singkep