Senin, 13 Februari 2017, 11:38

Direktur Madrasah Kunjungi Guru RA dan Madrasah Bintan

Bintan, HUMAS Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. M. Nur Kholis Setiawan, MA menjelaskan, ada dua syarat yang harus dimiliki oleh seorang guru agar dapat disebut sebagai guru profesional. Yang pertama, guru harus mampu memberikan sesuatu yang lebih kepada peserta didik. Bukan semata-mata memberikan pelajaran berdasarkan pada buku mata pelajaran yang ada dan dengan waktu yang cuma seadanya. Pertemuan di kelas dengan waktu yang sangat singkat, hanya bertujuan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan bakat yang dimiliki oleh peserta didik.

Hal ini disampaikan Nur Kholis di depan guru RA dan Madrasah Bintan dalam rangka kunjungan dan silaturrahim dengan seluruh guru RA dan Madrasah se Kabupaten Bintan, Jumat (10/2).

seorang pendidik harus mampu mengajarkan kepada peserta didik untuk dapat bersaing secara sehat. Pendidikan itu bukan sekedar yang ada di dalam buku, namun banyak hal lain yang mesti diberikan kepada peserta didik, ujar Nur Kholis.

Syarat yang kedua, lanjut Nur Kholis, seorang guru harus mampu memotivasi peserta didik agar di usia-usia muda mereka sudah terinspirasi dengan wawasan dan pengalaman yang kita sampaikan, sehingga mereka memiliki semangat untuk mengembangkan diri. Menurutnya, tidak mungkin seorang guru dapat memotivasi anak didik, jika guru itu sendiri tidak dapat memotivasi dirinya sendiri.

saya sangat yakin seutuhnya, bahwa profesi seorang guru bukanlah profesi yang stagnan. Namun, senantiasa berkembang sesuai dengan piranti-piranti alat bantu yang ada, terangnya.

Tentu, lanjutnya lagi, cara mengajar guru dulu dan guru sekarang juga berbeda. Guru sekarang sudah sangat terbantu dengan fasilitas informasi yang sangat mudah diakses. Tidak sama dengan guru dulu. Dan hal ini, sudah seharusnya dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh guru sekarang, agar hasilnya bisa maksimal dan menghasilkan peserta didik yang dapat mengembangkan nalar dan bakatnya dengan baik tanpa mengenyampingkan akhlaq yang seharusnya. Dan di akhir arahannya, Nur Kholis mengingatkan, filosofi pengembangan madrasah harus kembali kepada nasehat ulama, yaitu mengokohkan sisi nalar dan sisi moral.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Drs. H. Erizal Abdullah, MH mengucapkan terima kasih atas kunjungan Direktur Madrasah ke Kabupaten Bintan. Oleh karenya, Erizal meminta agar kunjungan ini dijadikan sebagai momentum terutama oleh para guru RA dan madrasah untuk terus meningkatkan kompetensi diri agar dapat menjadi guru yang berpotensi.

kami sangat berbangga sekali, pak Direktur bisa hadir ke Bintan. Terima kasih atas kesempatannya. Mudah-mudahan silaturrahim ini membawa keberkahan dalam dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Bintan. Ujar Erizal.

Kunjungan Direktur Madrasah ke Kemenag Bintan, dihadiri oleh guru dan kepala RA/Madrasah se Bintan. Dalam Kegiatan ini juga ditampilkan tari persembahan oleh siswa MTs Madani Bintan dan pembacaan gurindam dua belas oleh siswa MTsN Bintan. Tampak hadir Kasi Kurikulum dan Evaluasi Kanwil Kemenag Kepri, H. Juremi dan seluruh pejabat Eselon IV Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan. (iP)

Berita Lainnya
Rabu, 12 April 2017, 09:56

Wabup Bintan resmi menutup MTQ Bintan

Jumat, 7 April 2017, 14:52

Pawai Ta’aruf, Meriahkan Pembukaan MTQ Bintan

Rabu, 8 Maret 2017, 09:48

Hari Ulang Tahun (HUT) MAN Bintan Ke - 8

Senin, 27 Februari 2017, 15:09

PENSI MTs NEGERI BINTAN

Kamis, 9 Februari 2017, 11:42

Kanwil Kemenag Kepri Gelar Kegiatan Bimbingan Nadzir Wakaf