Lantik PPIH Embarkasi Batam, Sekda Kepri Minta Petugas Konsentrasi Penuh

Oleh admin    12-07-2018 01:16:59  

Batam (Inmas)-Sekretaris Daerah Kepulauan Riau H. TS. Arif Fadillah meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam untuk lebih fokus dan berkonsentrasi penuh memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah. Dia meminta PPIH segera berbenah dan melakukan evaluasi terhadapan layanan tahun lalu untuk meningkatkan layanan. Hal tersebut dikatakannya saat memberikan arahan pada pelantikan PPIH Embarkasi Batam Tahun 2018 di Aula PIH Batam, Kamis (12/7).

"Biasanya jamaah kita datang dari pulau-pulau dan dari daerah-daerah yang jauh, jadi tolong dihitung-hitung layanan bagaimana yang akan diberikan. Misalnya saat di bandara atau di pelabuhan bagaimana teknis penjemputannya sehingga jamaah lebih nyaman. Untuk itu lakukan koordinasi dengan petugas daerah secara terus menerus, jangan sampai terputus," kata TS. Arif Fadillah.

"Kepada para petugas kesehatan mohon diperhatikan kondisi kesehatan jamaah kita yang sudah tua-tua. Sesuai pesan Gubernur Kepri, pastikan jamaah merasa puas dengan layanan kita. Asrama pastikan dibenahi, jangan ada lagi kipas angin yang rusak. Toilet dan kamar mandi harus bersih. Karena kamar itu untuk istirahat," katanya lagi.

Seperti biasanya PPIH Embarkasi Batam akan melakukan prosesi pelepasan jamaah. Untuk itu, Arif Fadillah meminta agar dipersiapkan dengan baik. "Yang paling penting itu layani jamaah dengan sepenuh hati dan ikhlas. Buat jamaah merasa senang dan nyaman," ucapnya.

Faktor keselamatan juga menjadi penekanan Sekda terutama saat jamaah berada di bandara. "Perhatikan eskalator dan fasilitas lainnya di bandara Hang Nadim. Pastikan jamaah aman. Beri petunjuk yang jelas. dan perhatikan pula barang bawaan jamaah", ucapnya lagi.

Sementara itu Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Prof. Dr. Nizar mengatakan dalam rangka memberikan pelayanan kepada jamaah, Kementerian Agama RI sudah menerbitkan sepuluh inovasi pelayanan haji yang meliputi seluruh aspek pelayanan ibadah haji, antara lain percepatan keimigrasian dimana rekam biometric jamaah dilakukan di asrama haji Embarkasi Haji sehingga antrian di Bandara Saudi tidak lama. Antrian ini biasanya membutuhkan waktu lima jam, kini hanya satu jam saja.

Inovasi selanjutnya QR Code pada gelang jamaah yang berisi rekam data identitas jamaah sehingga bisa diakses melalui aplikasi haji pintar. Hal ini tentunya memudahkan aktivitas pengidentifikasian jamaah haji yang membutuhkan bantuan.

Dalam bidang akomodasi, sistem sewa akomodasi satu musim penuh untuk sebagian hotel (52,02% jamaah) di Madinah. Selama ini sistem sewa akomodasi dilakukan dengan metode blocking time. Dengan begitu pemindahan jamaah dari Madinah dan Mekkah atau sebaliknya dapat dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan jamaah haji.

Pada musim haji tahun ini, pemerintah juga menyediakan bumbu masakan Indonesia. Penggunaan bumbu masakan dan juru masak asal Indonesia untuk membantu jamaah untuk memperoleh komsumsi khas Indonesia. Selain untuk menjaga cita rasa kuliner khas Indonesia, hal tersebut juga membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

Inovasi lainnya, yakni penambahan catering di Makkah. Layanan catering bagi jamaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah. Jika sebelumnya hanya 25 kali, pada tahun ini menjadi 40 kali, sementara untuk dana living cost tetap diberikan sebesar 1.500 riyal seperti tahun lalu yang akan digunakan jamaah haji untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Pemerintah juga melakukan inovasi dengan menambahkan tanda khusus pada paspor dan koper serta penggunaan tas kabin. Hal ini berguna untuk memudahkan pengelompokan paspor dan koper jamaah haji. Apalagi, tanda warna ini ini juga sekaligus menunjukkan sektor atau wilayah hotel dan nomor hotel tempat tinggal jamaah.

Pada tahun ini pemerintah memberlakukan pengalihan porsi jamaah wafat kepada ahli waris. Sebelumnya porsi jamaah wafat tidak bisa dialihkan sehingga uangnya ditarik kembali oleh ahli waris yang bersangkutan, sehingga jika akan digunakan untuk mendaftar maka ahli waris terhitung dalam antrian baru.

Pencetakan visa saat ini dilakukan oleh Kementerian Agama. Hal ini penting dalam mempercepat penyiapan dokumen keberangkatan jamaah. Sebelumnya Kemenag hanya menunggu visa yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta sehingga tidak jarang prosesnya menjadi lebih lama.

Pada tahun ini juga pemerintah menempatkan satu konsultan ibadah untuk setiap sektor. Tidak hanya di kantor Daker Mekkah, konsultan ini diharapkan bisa bersinergi dengan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang sudah ada di tiap kloter.

Pemerintah juga membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji untuk membantu pelayanan kesehatan pada puncak haji, utamanya pada hari pertama melontar jumroh. Belajar dari tahun sebelumnya dimana jamaah haji banyak membutuhkan pertolongan kesehatan di areal Jamarat menuju Mina.

Berita Terbaru

17-07-2018 03:22:36

216 JCH Kota Tanjungpinang Diberangkatkan ke Embarkasi

17-07-2018 10:51:36

JCH Lingga Diterima Kedatangan Secara Resmi

17-07-2018 10:33:35

BUPATI LEPAS JAMAAH CALON HAJI NATUNA

17-07-2018 09:34:12

JCH Lingga Sudah Masuk Asrama Haji

17-07-2018 09:33:14

Radio BTM.Fm Siar Berita Haji

17-07-2018 09:28:16

Ponpes Baitul Mukhlasin Siap Membimbing Santri Baru

16-07-2018 02:41:56

JCH Lingga Resmi Dilepas Keberangkatannya.

16-07-2018 02:40:39

Ini Pesan Kadinkes Lingga Kepada JCH.

16-07-2018 02:39:43

Bupati Lepas Keberangkatan JCH Lingga

16-07-2018 02:34:24

Kabid Melakukan sidak, Peminat Madrasah di Tanjungpinang Meningkat