Kemenag Hadirkan Sepuluh Inovasi Pelayanan Ibadah Haji

Oleh admin    09-07-2018 04:10:24  

Senggarang (Inmas)- Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau H. Subadi mengatakan saat ini Kementerian Agama akan mengembangkan sepuluh inovasi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439/ 2018 M. Hal tersebut dikatakannya saat menjawab media ini, Senin (9/7) di ruang kerjanya Jalan Daeng Kemboja Km. 15 Tanjungpinang.

Sepuluh inovasi tersebut meliputi seluruh aspek pelayanan ibadah haji, antara lain percepatan keimigrasian dimana rekam biometric jamaah dilakukan di asrama haji Embarkasi Haji sehingga antrian di Bandara Saudi tidak lama. Antrian ini biasanya membutuhkan waktu lima jam, kini hanya satu jam saja.

Inovasi selanjutnya QR Code pada gelang jamaah yang berisi rekam data identitas jamaah sehingga bisa diakses melalui aplikasi haji pintar. Hal ini tentunya memudahkan aktivitas pengidentifikasian jamaah haji yang membutuhkan bantuan.

Dalam bidang akomodasi, sistem sewa akomodasi satu musim penuh untuk sebagian hotel (52,02% jamaah) di Madinah. Selama ini sistem sewa akomodasi dilakukan dengan metode blocking time. Dengan begitu pemindahan jamaah dari Madinah dan Mekkah atau sebaliknya dapat dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan jamaah haji.

Pada musim haji tahun ini, pemerintah juga menyediakan bumbu masakan Indonesia. Penggunaan bumbu masakan dan juru masak asal Indonesia untuk membantu jamaah untuk memperoleh komsumsi khas Indonesia. Selain untuk menjaga cita rasa kuliner khas Indonesia, hal tersebut juga membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi.

Inovasi lainnya, yakni penambahan catering di Makkah. Layanan catering bagi jamaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah. Jika sebelumnya hanya 25 kali, pada tahun ini menjadi 40 kali, sementara untuk dana living cost tetap diberikan sebesar 1.500 riyal seperti tahun lalu yang akan digunakan jamaah haji untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Pemerintah juga melakukan inovasi dengan menambahkan tanda khusus pada paspor dan koper serta penggunaan tas kabin. Hal ini berguna untuk memudahkan pengelompokan paspor dan koper jamaah haji. Apalagi, tanda warna ini ini juga sekaligus menunjukkan sektor atau wilayah hotel dan nomor hotel tempat tinggal jamaah.

Pada tahun ini pemerintah memberlakukan pengalihan porsi jamaah wafat kepada ahli waris. Sebelumnya porsi jamaah wafat tidak bisa dialihkan sehingga uangnya ditarik kembali oleh ahli waris yang bersangkutan, sehingga jika akan digunakan untuk mendaftar maka ahli waris terhitung dalam antrian baru.

Pencetakan visa saat ini dilakukan oleh Kementerian Agama. Hal ini penting dalam mempercepat penyiapan dokumen keberangkatan jamaah. Sebelumnya Kemenag hanya menunggu visa yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta sehingga tidak jarang prosesnya menjadi lebih lama.

Pada tahun ini juga pemerintah menempatkan satu konsultan ibadah untuk setiap sektor. Tidak hanya di kantor Daker Mekkah, konsultan ini diharapkan bisa bersinergi dengan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang sudah ada di tiap kloter.

Pemerintah juga membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji untuk membantu pelayanan kesehatan pada puncak haji, utamanya pada hari pertama melontar jumroh. Belajar dari tahun sebelumnya dimana jamaah haji banyak membutuhkan pertolongan kesehatan di areal Jamarat menuju Mina. 

Berita Terbaru

17-07-2018 03:22:36

216 JCH Kota Tanjungpinang Diberangkatkan ke Embarkasi

17-07-2018 10:51:36

JCH Lingga Diterima Kedatangan Secara Resmi

17-07-2018 10:33:35

BUPATI LEPAS JAMAAH CALON HAJI NATUNA

17-07-2018 09:34:12

JCH Lingga Sudah Masuk Asrama Haji

17-07-2018 09:33:14

Radio BTM.Fm Siar Berita Haji

17-07-2018 09:28:16

Ponpes Baitul Mukhlasin Siap Membimbing Santri Baru

16-07-2018 02:41:56

JCH Lingga Resmi Dilepas Keberangkatannya.

16-07-2018 02:40:39

Ini Pesan Kadinkes Lingga Kepada JCH.

16-07-2018 02:39:43

Bupati Lepas Keberangkatan JCH Lingga

16-07-2018 02:34:24

Kabid Melakukan sidak, Peminat Madrasah di Tanjungpinang Meningkat