Kamis, 16 Mei 2013 –
Tata Upacara

Diklat Keprotokolan yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Padang dari tanggal 3 – 12 Mei 2013 mencakup juga tata upacara. Widyaiswara yang mengupas materi ini adalah Edi Fernando, beliau merupakan Staf Protokoler di Pemda Sumatera Barat. Dalam penjelasannya Edi mengatakan protokol adalah serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sehubungan dengan penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan atau kedudukannya dalam negara, pemerintah, atau masyarakat. Beberapa hal terkait dengan keprotokolan, yaitu : acara kenegaraan adalah acara yang bersifat kenegaraan yang diatur dan dilaksanakan secara terpusat, dihadiri oleh Presiden dan atau Wakil Presiden serta pejabat negara lainnya dan undangan lain dalam melaksanakan acara tertentu.

Acara resmi adalah acara yang bersifat resmi yang diatur dan dilaksankan oleh pemerintah atau lembaga tinggi negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu, dan dihadiri oleh pejabat negara atau pejabat pemerintah serta undangan lainnya. Pejabat negara adalah pejabat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan peraturan perundang-undangan lainnya. Pejabat pemerintah adalah pejabat yang menduduki jabatan tertentu dalam organisasi pemerintahan, tokoh masyarakat tertentu adalah seseorang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan dari masyarakat atau pemerintah, pemuka agama adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Ketua Presidium Konferensi Wali Gereja Indonesia, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, Ketua Perwalian Umat Budha Indonesia.

Tata upacara adalah aturan untuk melaksakan upacara dalam acara kenegaraan atau acara resmi. Tata tempat adalah aturan mengenai urutan bagi pejabat negera, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat tertentu dalam acara kenegaraan atau acara resmi. Tata penghormatan adalah aturan untuk melaksanakan pemberian hormat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah, dan tokoh masyarakat tertentu dalam acara kenegaraan atau acara resmi.

Edi Fernando juga menerangkan kepada peserta macam – macam upacara yang memerlukan protocol yaitu penerimaan tamu negara, perjalanan menteri, tamu setingkat menteri, pengaturan rapat/sidang/konperensi, penyelenggaraan resepsi/jamuan, penyelenggaraan upacara, yang dihadiri Menteri Agama atau pejabat tertentu, seperti; Hari Besar Nasional, Hari Amal Bakti Kementerian Agama, Penandatanganan Kerjasama, Acara lainnya, seperti acara melayat yang mengundang Menteri Agama, atau pejabat negara lainnya.

Untuk persiapan dalam pelaksanaan upacara meliputi kelengkapan suatu upacara, seperti pembina upacara, pemimpin upacara, penanggungjawab upacara, peserta upacara, master of ceremony, dan lain-lain. Disamping itu juga perlengkapan upacara seperti: tiang bendera, tali, bendera, mimbar upacara, naskah-naskah yang akan dibacakan dalam upacara, lambang-lambang upacara, dan program atau urutan acara dalam upacara, dari pembukaan sampai penutup. Selain dari pada itu, Widyaiswara juga memaparkan mengenai pedoman yang menjadi pegangan dalam pelaksanaan upacara adalah sebagai berikut kelengkapan upacara, perlengkapan upacara, langkah-langkah persiapan, petunjuk pelaksanaan upacara, dan susunan upacara. Semoga bermanfaat. (edh)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.012994 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 427837
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.