Marwin Jamal Minta Indikator Kinerja Penghulu Harus Jelas

Oleh admin    17-04-2018 04:33:49  

Tanjungpinang (Inmas)- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau melalui Bidang Bimas Islam menyelenggarakan kegiatan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Penghulu Se Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2018 pada tanggal 17 – 19 April 2018 di Hotel Comforta Jalan Adi Sucipto Km. 10 Tanjungpinang. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal, Selasa (17/4).

Dalam sambutannya Ketua Panitia H. Mustafa mengatakan keberadaan penghulu sebagai pejabat dalam pemerintahan di Indonesia telah ada sejak adanya kerajaan Islam, termasuk pada masa Kolonial Belanda. Secara historis memang keberadaan penghulu tidak dapat dilepaskan dari dinamika kehidupan masyarakat dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan secara menyeluruh.

“Penghulu kini merupakan PNS sebagai pencatat nikah yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh Menteri Agama atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk melakukan pengawasan nikah dan rujuk menurut agama Islam dan kegiatan kepenghuluan lainnya,” kata Mustafa.

Menurut Mustafa, sesuai dengan kondisi saat ini tugas kepenghuluan sangat banyak, meliputi rencana kegiatan kepenghuluan, pengawasan pencatatan nikah dan rujuk, pelaksanaan pelayanan nikah dan rujuk, penasehatan dan konsultasi nikah dan rujuk, pelayanan fatwa hukum munakahat dan bimbingan muammalah, pembinaan keluarga sakinah, pemantauan dan evaluasi kegiatan kepenghuluan serta koordinasi kegiatan lintas sektoral di bidang nikah dan rujuk.

“Dengan demikian jelas, penghulu merupakan jabatan terdepan dan ujung tombak Kementerian Agama di kecamatan dalam tugas pelayanan, pengawasan dan pembinaan keagamaan khususnya pelaksanaan pernikahan dan rujuk,” kata Mustafa lagi.

“Dilingkungan Kanwil Kemenag Kepri telah dibentuk tim penilai jabatan fungsional penghulu yang bertugas untuk menilai prestasi kerja penyuluh melalui angka kredit yang diperoleh dari akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang telah dicapai oleh penghulu kemudian digunakan sebagai salah satu syarat untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan atau pangkat. Untuk itulah kami memandang perlu dilaksanakan kegiatan pembinaan ini,” jelas Mustafa.

Lebih lanjut Mustafa menjelaskan maksud dilaksanakannnya kegiatan tersebut adalah untuk memotivasi para Kasi Bimas Islam, Kepala KUA, penghulu, dan analis kepegawaian se Kepulauan Riau agar memiliki kemampuan dalam memberikan bekal pengetahuan dan wawasan mendasar kepada penghulu di wilayah kerja masing-masing mengenai tata cara penilaian angka kredit penghulu, proses penghitungan angka kredit dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kinerja penghulu.

“Jumlah peserta yang kami undang sebanyak 40 orang dengan rincian Kemenag Kota Tanjungpinang 4 orang, Kemenag Bintan 6 orang, Kemenag Batam 9 orang, Kemenag Karimun 9 orang, Kemenag Lingga 4 orang, Kemenag Natuna 4 orang dan Kemenag Anambas 4 orang dengan tema kegiatan meningkatkan kualitas kinerja dan karir dalam jabatan fungsional penghulu,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kepri H. Marwin Jamal dalam arahannya menyebutkan jabatan penghulu merupakan jabatan yang sangat terpandang di tengah masyarakat. Dengan kharisma yang dimiliki penghulu secara tradisional, masyarakat sangat patuh dengan ceramah-ceramah para penghulu.

“Meskipun Kepri kekurangan jumlah penghulu, namun besar harapan kami agar penghulu mampu mengemban misi Kementerian Agama dalam membimbing masyarakat Islam untuk terus mengoptimalkan pelayanan perkawinan, ketahanan keluarga sakinah, produk halal, pemberdayaan masjid dan pembinaan syariah,” ucap Marwin Jamal.

Marwin menambahkan para penghulu sejatinya bertugas untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan agama Islam pada masyarakat, kemitraan umat, pemberdayaan lembaga keagamaan, seni dan budaya serta dakwah Islamiyah. “Penghulu yang berbasis di kantor KUA sangat dekat masyarakat, kami harapkan mampu mengefektifkan penyuluhan kesadaran berzakat, infaq dan sedekah, pemberdayaan zakat dan wakaf serta mampu menjalin kemitraan strategis dalam pengelolaan zakat dan wakaf agar lebih produktif,” harapnya.

“Saya mengharapkan ada indikator yang jelas soal kinerja penghulu yang ditandai dengan berapa jumlah penghulu yang berkualitas, rasio jumlah penghulu yang standar, jumlah kantor KUA yang memenuhi standar pelayanan minimal, indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan KUA, jumlah pembangunan gedung KUA yang bertambah, jumlah masjid dan musholla yang terfasilitasi bantuan, jumlah produk bersertifikasi halal, jumlah penyebaran mushaf Alquran yang merata, jumlah imam masjid besar yang terfasilitasi bantuan yang semua penghulu harus peduli dengan indikator itu”, urai Marwin Jamal.

“Pemerintah memiliki komitmen yang jelas bagaimana membangun infrastruktur kantor KUA yang menjadi basis layanan bagi para penghulu. Hal ini dibuktikan antara lain dengan pembangunan gedung KUA dengan sumber SBSN di Belakang Padang dengan nilai lebih dari Rp.2 miliar. Secara bertahap pemerintah melakukan hal yang sama untuk daerah yang lainnya,” pungkasnya. (hatiman)

Berita Terbaru

24-04-2018 03:26:25

MTQ XII Tingkat Kota Tanjungpinang Ditutup

24-04-2018 03:02:08

Kakanwil Kemenag Kepri Pantau UNBK/UNKP Di Bintan

24-04-2018 12:07:26

UNBK di MTs Al Madinah Berjalaan Lancar

24-04-2018 10:23:12

Ujian Nasional MTs, Edi Batara : Kerjakan Dengan Teliti

24-04-2018 07:42:15

Ibnu Hasyir : Kami Puas Dengan Layanan Di Batam

23-04-2018 04:06:53

Tunjangan Profesi Guru PAI PNS Kabupaten Karimun Sudah Cair

23-04-2018 04:04:51

Sebanyak 20 Guru PAI NON-PNS Kabupaten Karimun Tunjangan Profesinya Dibayarkan

23-04-2018 04:03:20

28 Guru Non PNS Pada RA/Madrasah di Karimun Akan Terima Tunjangan Khusus

23-04-2018 04:01:34

50 Guru PNS Pada RA/Madrasah Sudah Menerima Tunjangan Profesi

23-04-2018 03:54:58

54 Guru Non-PNS Pada RA/Madrasah di Karimun Sudah Menerima Tunjangan Profesi