Dirjen PHU Sebut Kemenag Lahirkan Sepuluh Inovasi Haji, Ini Penjelasannya

Oleh admin    12-07-2018 02:25:59  

Batam (Inmas)-Direktur Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kementerian Agama RI Prof. Dr. Nizar mengatakan Kementerian Agama RI telah melahirkan sepuluh inovasi baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1439 H/ 2018 M.  Hal tersebut dijelaskannya saat memberikan pengarahan pada pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam di Aula PIH Batam, Kamis (12/7). Berikut penjelasannya.

Pertama, percepatan proses keimigrasian. Dimana rekam biometric jamaah dilakukan di asrama haji Embarkasi Haji sehingga antrian di Bandara Saudi tidak lama. Antrian ini biasanya membutuhkan waktu lima jam, kini hanya satu jam saja. "Proses keimigrasian di bandara Arab Saudi begitu lama, kalau kita hitung bisa 4-5 jam. Maka tahun ini kita negosiasi agar sebagian proses keimigrasian kita tarik disini berupa proses biometrik dan sidik jari. Ini negosiasi yang luar biasa karena tidak mudah mendatangkan pejabat Arab Saudi ke Indonesia. Pada awalnya saya minta semua proses imigrasi dilakukan di Indonesia. Janji pemerintah Arab Saudi, mulai tahun depan seluruh proses imigrasi di Tanah Air di Bandara Embarkasi," kata Nizar.

Kedua, QR Code pada gelang jamaah. Gelang logam jamaah haji kini dilengkapi dengan QR Code yang berisi rekam data identitas jamaah secara totalitas sehingga bisa diakses melalui aplikasi haji pintar. "Jika ada kejadian tertentu pada jamaah misalnya wafat atau tersesat dengan cepat bisa diketahui dari QR Code gelang jamaah. Dengan sekali scanning, maka muncul datanya dengan lengkap. Hal ini tentunya memudahkan aktivitas pengidentifikasian jamaah haji yang membutuhkan bantuan. Ingatkan jamaah, gelang jangan sampai hilang," kata Nizar lagi.

Ketiga, penambahan jumlah makan di Makkah. Layanan catering bagi jamaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah. Jika sebelumnya hanya 25 kali, pada tahun ini ditambah 15 kali menjadi 40 kali, sementara untuk dana living cost tetap diberikan sebesar 1.500 riyal seperti tahun lalu yang akan digunakan jamaah haji untuk memenuhi kebutuhan lainnya. "Dengan demikian hanya lima hari yang tidak kami fasilitasi karena memang tidak memungkinkan adanya distribusi makanan, karena lalu lintas pada saat itu macet total. Proses loadingnya akan mengalami hambatan, dan makanan akan basi," ucapnya.

Keempat, Chef dan bumbu masakan Indonesia. Pada musim haji tahun ini, pemerintah juga menyediakan bumbu masakan Indonesia. Penggunaan bumbu masakan dan juru masak asal Indonesia untuk membantu jamaah untuk memperoleh komsumsi khas Indonesia. Selain untuk menjaga cita rasa kuliner khas Indonesia, hal tersebut juga membantu meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi. "Bumbu masakan juga dari Indonesia, supaya cita rasanya asli Indonesia, karena jika bumbunya dari India atau Pakistan, maka pasti cita rasanya tidak sama. dalam syarat kontrak sudah disebutkan. Kemudian tahun depan, akan kita sesuaikan dengan menu kedaerahan sesuai dengan dari daerah mana jamaah yang bersangkutan berasal," ucapnya lagi.

Kelima, sewa akomodasi full musim. Dalam bidang akomodasi, sistem sewa akomodasi satu musim penuh untuk sebagian hotel (52,02% jamaah) di Madinah. Selama ini sistem sewa akomodasi dilakukan dengan metode blocking time. Dengan begitu pemindahan jamaah dari Madinah dan Mekkah atau sebaliknya dapat dilakukan dengan memperhatikan kenyamanan jamaah haji. "Tahun ini ada yang kita sewa seluruhnya, ada yang blocking time. Jumlah hotel di Madinah sangat terbatas, sehingga berebut dengan negara yang lain. Di Madinah prinsip kami wajib berada di dalam area markaziyah, karena sebelumnya ada yang di luar markaziyah sehingga lebih dekat," ujarnya.

Keenam, tanda khusus pada paspor dan koper serta penggunaan tas kabin. Hal ini berguna untuk memudahkan pengelompokan paspor dan koper jamaah haji. Apalagi, tanda warna ini ini juga sekaligus menunjukkan sektor atau wilayah hotel dan nomor hotel tempat tinggal jamaah. "Jamaah haji tidak perlu lagi ngurusi koper, karena nanti koper sudah langsung sampai di hotel masing-masing. Kewajiban penerbangan adalah mengantarkan tas jamaah sampai ke hotelnya dengan barcode yang tersedia lengkap," ujarnya lagi.

Ketujuh, pengalihan porsi jamaah wafat kepada ahli waris. Sebelumnya porsi jamaah wafat tidak bisa dialihkan sehingga uangnya ditarik kembali oleh ahli waris yang bersangkutan, sehingga jika akan digunakan untuk mendaftar maka ahli waris terhitung dalam antrian baru. "Prinsip keadilan juga, karena jamaah sudah menunggu lama kemudian wafat kok dananya dikembalikan saja, sehingga kebijakan pemerintah tahun ini bisa digantikan. Jika wafatnya sebelum masa pemrosesan visa maka bisa langsung digantikan oleh ahli warisnya, namun jika masa pemrosesan visa sudah ditutup maka akan dialihkan pada tahun depan," jelasnya.

Kedelapan, Tim Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH). Pemerintah juga membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji untuk membantu pelayanan kesehatan pada puncak haji, utamanya pada hari pertama melontar jumroh. Belajar dari tahun sebelumnya dimana jamaah haji banyak membutuhkan pertolongan kesehatan di areal Jamarat menuju Mina. "Tim ini kita bentuk dengan meminta bantuan dokter dan medis dari TNI, POLRI, dan UIN Jakarta dan UIN Malang," tegasnya.

Kesembilan, Pencetakan visa saat ini dilakukan oleh Kementerian Agama. Hal ini penting dalam mempercepat penyiapan dokumen keberangkatan jamaah. Sebelumnya Kemenag hanya menunggu visa yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta sehingga tidak jarang prosesnya menjadi lebih lama.

Kesepuluh, Konsultan ibadah untuk setiap sektor. Tidak hanya di kantor Daker Mekkah, konsultan ini diharapkan bisa bersinergi dengan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) yang sudah ada di tiap kloter.

Berita Terbaru

17-07-2018 03:22:36

216 JCH Kota Tanjungpinang Diberangkatkan ke Embarkasi

17-07-2018 10:51:36

JCH Lingga Diterima Kedatangan Secara Resmi

17-07-2018 10:33:35

BUPATI LEPAS JAMAAH CALON HAJI NATUNA

17-07-2018 09:34:12

JCH Lingga Sudah Masuk Asrama Haji

17-07-2018 09:33:14

Radio BTM.Fm Siar Berita Haji

17-07-2018 09:28:16

Ponpes Baitul Mukhlasin Siap Membimbing Santri Baru

16-07-2018 02:41:56

JCH Lingga Resmi Dilepas Keberangkatannya.

16-07-2018 02:40:39

Ini Pesan Kadinkes Lingga Kepada JCH.

16-07-2018 02:39:43

Bupati Lepas Keberangkatan JCH Lingga

16-07-2018 02:34:24

Kabid Melakukan sidak, Peminat Madrasah di Tanjungpinang Meningkat